Legislator: Tingkatkan Pemantauan Pasar Jelang Lebaran

Anggota Komisi VI DPR Fadhlullah meminta Pemerintah Aceh untuk meningkatkan pemantauan kebutuhan pokok di pasar dalam menjamin ketersediaan berbagai kebutuhan sehingga tidak terjadi lonjakan harga menjelang lebaran Idul Fitri 2018.

“Pemantauan dan pengawasan berbagai kebutuhan sangat penting dilakukan guna memastikan seluruh kebutuhan pokok tersedia dengan baik di pasar sesuai dengan permintaan masyarakat,” kata Anggota DPR asal Aceh itu dihubungi di Banda Aceh, Kamis.

Ia menjelaskan pemantauan pasar yang dilakukan secara berkelanjutan oleh instansi terkait juga merupakan salah satu upaya agar tidak terjadinya lonjakan drastis terhadap berbagai kebutuhan saat meugang (hari pemotongan hewan) lebaran Idul Fitri.

“Artinya, jika persediaan barang di pasar tersedia dengan cukup sesuai dengan permintaan kemungkinan harga tidak akan naik drastis, tapi jika pasokan terbatas permintaan tinggi ini akan ada terjadi lonjakan harga,” kata Anggota DPR yang akrap di sapa Dek Fad itu.

Politisi Partai Gerindra tersebut juga meminta instansi terkait baik yang berada di level provinsi dan kabupaten/kota dapat meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam melakukan pemantauan di pasar termasuk distribusi kebutuhan dari daerah penghasil.

“Pasokan dan distribusi dari daerah penghasil juga harus dipastikan berjalan normal dan tidak ada kendala, sebab jika ada masalah dalam distribusi maka juga akan berdampak terhadap kesediaan yang ujung-ujungnya berdampak terhadap kenaikan harga,” katanya.

Pihaknya meyakini dengan adanya pemantauan dan sinergi yang dibangun lintas instansi akan mampu menekan lonjakan harga kebutuhan pokok di pasaran menjelang lebaran 1439 Hijriah.

“Kenaikan harga yang cukup drastis juga akan memberatkan masyarakat dan Pemerintah harus hadir dengan maksimal dalam memberikan kenyamanan kepada seluruh masyarakat Aceh,” kata Fadhlullah.

Ia juga meminta pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pasar murah di seluruh daerah dan menambah jumlah persediaan untuk kawasan persebaran masyarakat miskin lebih tinggi. Antara