Senator : Pengalaman Buruk Pilkada 2012 Jangan Terulang

Anggota DPD RI asal Aceh Ghazali Abbas Adan mengajak seluruh kandidat peserta pemilihan kepala daerah di provinsi Aceh untuk tidak mengulang sejarah buruk Pilkada Aceh 2012 silam.

Ghazali mengingatkan Pilkada berdarah-darah dan menimbulkan korban jiwa justru membuat masa depan Aceh semakin tidak baik.

Hal demikian disampaikan Ghazali Abbas Adan pada diskusi Peran pemuda dalam Pilkada 2017 di Aula sekretariat DPD RI Perwakilan Aceh, Kamis (17/11). Dialog tersebut terselenggara atas kerjasana DPD PPMI Aceh dan DPD KNPI Aceh.

Menurut Ghazali, Pilkada Aceh akan berlangsung damai dan bermartabat tergantung pada penyelenggara. Ia meminta KIP Aceh betul-betul Independen dan Panwas harus punya keberanian.

“Panwas harus proaktif, harus berani, jangan hanya duduk berpangku tangan. Seharusnya Panwas aktif menjemput bola,”lanjutnya.

Selain itu Ghazali juga mengajak pemilih di Aceh untuk lebih kritis, karena pemimpin yang berkualitas akan lahir dari tangan pemilih yang berkualitas, begitu juga sebaliknya.

Ia berharap Pilkada Aceh nantinya akan melahirkan pemimpin yang berkualitas, integritas, transparan, komunikatif dengan rakyat dan serta memiliki prilaku seperti Rasulullah.

“Siddik, apa itu siddik? punya integritas, ucapan dan tindakan benar, kemudian amanah, terpercaya, janji dilaksanakan dengan baik, kemudian tabliq, transparan, komunikatif,”ujarnya.

Ghazali mengingatkan, kedepan pemerintah pusat menerapkan sistem, Program terlebih dahulu baru diberikan anggaran. Hal ini membutuhkan pemimpin yang cerdas dan mampu berkomunikasi dengan pusat.

“Dan itu akan memberikan Aceh masa depan, karena uang Aceh cukup banyak, bagaimana mengelolanya?itu tergantung kepada pemimpin,”lanjutnya.

Sementara itu terkait dengan peran pemuda dalam Pilkada Aceh, Ghazali mengingatkan pemuda adalah pemimpin masa depan, oleh karena itu dari sekarang ia mengajak para pemuda untuk menunjukkan kepemimpinannya, mengkritisi pemeritah dalam rangka menyongsong masa depan Aceh yang lebih baik.

“Maka saya ajak pemuda Aceh untuk kritis dalam rangka kebaikan, bukan kritis subjektif, ini harapan saya agar para pemuda tampil untuk mencerahkan masyarakat sehingga masyarakat bisa memilih dengan hati nuraninya,”pungkasnya.