Situasi Politik Nasional Diharapkan Tak Berimbas ke Aceh

ANTARA

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Mayjen. Purn. Soemarno berharap situasi politik nasional yang cukup memanas akhir-akhir ini, khususnya di DKI Jakarta, tidak berimbas hingga ke provinsi Aceh.

Harapan itu disampaikan Plt Gubernur Aceh itu pada sosialisasi empat pilar kebangsaan di kantor gubernur Aceh, Senin (14/11).

Turut hadir pada kegiatan itu Wakil ketua MPR RI Oesman Sapta, Anggota DPD RI asal Aceh Ghazali Abbas Adan dan Anggota DPR RI asal Aceh Bakhtiar Aly.

Soemarno mengatakan situasi politik nasional memanas pasca isu-isu terkait penistaan agama dan upaya-upaya memecah belah bangsa. Ia berharap agar masyarakat Aceh tidak terprovokasi dan tidak terpengaruh dengan politik di Jakarta.

Selain itu Ia berharap kepada masyarakat Aceh agar punya prinsip sendiri untuk menjaga agar Aceh tetap dalam situasi kondusif. “Sosialisasi empat pilar MPR RI ini sangat penting dan strategis, karena kita faham dengan situasi politik nasinonal belakangan ini khususnya di Jakarta, terkait isu penistaan agama dan upaya memecah belah persatuan bangsa,”ujarnya.

Pada kesempatan itu Soemarno menyebutkan, data pada Bawaslu Pusat, provinsi Aceh juga masuk salah satu daerah rawan dalam pelaksanaan Pilkada, hal itu disebabkan banyaknya daerah yang menjadi peserta Pilkada serentak tahun 2017.

Ia juga berharap Pilkada Aceh bisa berjalan aman dan damai, sehingga masyarakat tidak merasa takut menyalurkan suaranya. Menurutnya Pilkada damai juga berdampak bagi situasi perekonomian di provinsi Aceh, karena Pilkada Aceh akan menjadi sorotan bagi daerah lain.
Sementara itu wakil ketua MPR RI Oesman Sapta berharap agar rakyat Aceh bisa memilih pemimpinnya dengan hati nurani tanpa adanya campur tangan dari pihak manapun.

”Tidak ada itu intruksi dari pusat siapa yang harus dipilih, saya nggak percaya itu. Yang saya percaya adalah komitmen dari keenam calon untuk melakukan kedamaian,”ujarnya.

Pada kesempatan itu Oesman menyampaikan saat ini generasi Indonesia terancam hidupnya yang disebabkan oleh penyalahgunaan narkoba. Padahal katanya, dulu Indonesia hanya sebagai daerah transit narkoba, namun sekarang sudah menjadi negara tujuan.