DPRK Diminta Perjuangkan Badan Dayah

Pertemuan pimpinan dayah dengan DPRK

Sejumlah perwakilan organisasi dayah dan pimpinan dayah di Kota Banda melakukan pertemuan dengan Pimpinan dan anggota Dewan perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Kamis (10/11).

Pertemuan belangsung di gedung DPRK setempat turut dihadiri oleh Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadilah serta sejumlah anggota DPRK Banda Aceh seperti Zulfikar Abdullah, Ramza Harli, Razali dan M. Nasir.

Sementara dari pihak organisasi dan pimpinan dayah terlihat hadir Ketua NU Kota Banda Aceh Tgk. Rusli Daud dan Waled Muhibban HM Hajat.Turut Hadir dari RTA dan HUDA.

Pada kesempatan itu Perwakilan organisasi dayah dan para pimpinan dayah di kota Banda Aceh memaparkan sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi oleh dayah-dayah dan balai pengajian di kota Banda Aceh.

Ketua NU Kota Banda Aceh Tgk. Rusli Daud mengatakan sudah saatnya di kota Banda Aceh dibentuk sebuah badan yang mengurusi dayah, sehingga tidak lagi pada dinas syariat Islam. Hal itu kata Rusli sebagaimana yang telah dibuat disejumlah kabupaten/kota di Aceh. “Seperti halnya pemisahan dinas pendidikan pemuda dan olah raga di kota Banda Aceh, kami harap juga dilakukan pemisahan urusan dayah dari dinas syariat Islam,”ujarnya.

Pada kesempatan itu para pimpinan dayah juga berharap agar kepedulian pemerintah kota Banda Aceh terhadap dayah agar semakin ditingkatkan kedepannya. “Apalagi kita ingin menjadikan Banda Aceh sebagai model kota Madani maka dayah harus diperhatikan, karena disana pendidikan agamanya diprioritaskan,”lanjutnya.

Sementara itu anggota DPRK Banda Aceh yang juga wakil ketua Banleg DPRK, Zulfikar Abdullah menyatakan siap untuk memperjuangkan aspirasi dari para pimpinan dayah serta perwakilan organisasi dayah di kota Banda Aceh. “Kita mendukung penuh kemajuan pendidikan dayah yang ada di Banda Aceh ini,”ujar Zulfikar.