Seluruh Pimpinan Kecamatan Golkar Banda Aceh Tolak Aminullah

Pimpinan Kecamatan Parta Golkar se-kota Banda Aceh menyatakan menolak pencalonan Aminullah Usman sebagai bakal calon walikota Banda Aceh dari Partai Golkar.

Pernyataan tersebut disampaikan Juru bicara partai Golkar dari Sembilan kecamatan di kota Banda Aceh, Amri Yusuf pada konferensi pers di Banda Aceh, Selasa (23/08). Konferensi pers itu turut dihadiri seluruh ketua-ketua Golkar kecamatan di Banda Aceh.

Amri menyebutkan, nama Aminullah Usman sama sekali tidak mendaftar sebagai balon walikota dari partai Golkar, disamping itu dari hasil rapat pleno yang diperluas pada 4 April 2016 lalu, nama Aminullah juga tidak masuk dalam kandidat yang diusulkan.

Menurutnya dalam rapat pleno yang turut dihadiri unsur DPD I Golkar, organisasi sayap Golkar, serta unsur dari Fraksi Golkar di DPRK Banda Aceh telah menetapkan lima nama yang diusung sebagai bakal calon masing-masing Iskandar Mahmud, Illiza Sa’aduddin Jamal, Bukhari Badar, Safwan Nurdin dan eva.

“Sedangkan nama Aminullah sama sekali tidak kami usul, bahkan kami juga meminta DPD untuk tidak mengusulkannya, karena kami masih trauma Pilkad 2012 lalu,”ujarnya.

Amri menegaskan jika DPP tetap memaksakan kehendaknya mengusung Aminullah, maka pihaknya tetap tidak akan mendukung. Ia berharap DPP Golkar mau mendengarkan aspirasi kadernya di daerah yang lebih mengerti persoalan di daerahnya maisng-masing.

“Kalau DPP tidak mau dengar kami, siapa lagi yang mau di dengar?, DPP harus ambil sikap sesuai dengan keinginan daerah,”pintanya.

Amri menyebutkan, penolakan terhadap Aminullah juga dikarenakan yang bersangkutan tidak aktif, tidak ada prestasi maupun dedikasinya terhadap partai Golkar Banda Aceh. Ia menuding Aminullah hanya memanfaatkan Golkar sebagai kendaraan politik menghadapi Pilkada saja seperti yang terjadi pada Pilkada 2012 silam.

Selain itu kata Amri, dalam catatan pihaknya, Aminullah dinilai tidak punya jaringan yang kuat serta tingkat elektabilitas dan populeritas yang rendah dibandingkan dengan calon-calon walikota lainnya, baik yang beredar diruang publik maupun hasil penjaringan partai Golkar.

“Kami khawatir jika DPP memaksakan kehendak mengusung Aminullah, partai ini akan semakin ditinggalkan pemilihnya dan ini akan berdampak negative bagi kerja-kerja Golkar di Banda Aceh,”ujarnya lagi.