Illiza Paparkan Program Prioritas 2016

Pemahaman dan pengamalan Syariat Islam masih menjadi prioritas dan fokus pembangunan Pemerintah Kota Banda Aceh ke depan.

Penerapan Syariat Islam harus menjadi komitmen bersama dan secara terus menerus ditingkatkan kegiatannya dan dievaluasi secara kontinyu untuk  penyempurnaan action plan penerapan Syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan seluruh warga Kota Banda Aceh.

Hal demikian disampaikan Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Jamal  saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Kota (RKPK) Banda Aceh, Senin (28/3/2016) di Aula Madani, Lantai IV Balai Kota Banda Aceh.

Walikota menjelaskan prioritas pembangunan Kota Banda Aceh selanjutnya adalah ekonomi kerakyatan dan penanggulangan kemiskinan, tata kelola pemerintahan yang baik dan reformasi birokrasi; pariwisata, seni dan budaya; pendidikan, pemuda dan olahraga; kesehatan; infrastruktur perkotaan berbasis bencana dan lingkungan hidup; serta pengarusutamaan gender.

“Dalam musrenbang ini kita fokuskan pembahasan perencanaan program pembangunan terhadap prioritas pembangunan tersebut. Selain itu, Musrenbang ini juga diharapkan dapat menjembatani kepentingan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dengan kepentingan masyarakat (bottom up-top down planning).”ujarnya.

Pada kesempaan itu, Illiza juga mengingatkan, tantangan dan target pembangunan Kota Banda Aceh semakin hari semakin besar. Isu-isu pembangunan berkelanjutan yang menjadi standar pembangunan kota-kota di dunia terus meningkat.

“Tujuannya tidak lain agar kota kita beserta masyarakatnya menjadi lebih tangguh, lebih kuat, lebih cerdas, lebih sejahtera dan lebih dapat menerapkan nilai-nilai islami di dalam segala aspek kehidupan,” katanya lagi.

Ia menambahkan, Banda Aceh saat ini telah bangkit kembali dan dikenal semakin baik oleh pihak luar. Bukan hanya di tingkat nasional namun juga di level internasional. Akses pihak luar ke Banda Aceh maupun sebaliknya semakin hari semakin baik dan membawa banyak pengaruh dan dampak positif.

“Kota Banda Aceh telah dicanangkan sebagai kota tujuan wisata islami dunia dan bertekad menerapkan konsep-konsep islamic smart city, resilient city, livable city, serta environmental city. Semua itu adalah PR besar kita bersama dalam menaikkan standar dan kualitas kota kita tercinta model kota madani ini,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Illiza kembali menyebutkan perencanaan pembangunan yang dilaksanakan tiada artinya tanpa peran serta dan dukungan semua. “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Pepatah tersebut tidak akan pernah gagal mengajarkan kita betapa kesatuan dan persatuan merupakan kunci sukses dalam membangun. Tanpa masyarakat tidak ada pemerintahan dan tanpa pemerintahan, masyarakat akan terbengkalai dan tercerai berai.”

Islam, sebut Illiza, telah mengajarkan umatnya untuk bermusyawarah dan bermufakat demi mencapai kesepakatan bersama. “Dua kepala lebih baik daripada satu, dan tentunya 200 ribu warga kota akan dapat memberikan masukan yang lebih beragam dan mengakomodir segala permasalahan. Mudah-mudahan seluruh warga kota Banda Aceh telah menuangkan seluruh ide dan pemikirannya melalui proses Musrenbang ini demi kemajuan kota kita tercinta,” pungkas Illiza.

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads