Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh menggelar Pelatihan Dakwah Digital yang berlangsung pada 21–22 Mei 2026 di Hotel Al Hanifi, Banda Aceh. Kegiatan tersebut diikuti 50 peserta yang berasal dari komunitas dakwah dan media sosial, dai dan daiyah, Ibu Profesional Aceh, hingga para konten kreator.
Pelatihan dibuka Wali Kota Banda Aceh yang diwakili Asisten I Sekdako Banda Aceh, Bachtiar, S.Sos. M.Si dalam sambutannya, Bakhtiar mengatakan dakwah digital merupakan bentuk adaptasi metode dakwah terhadap perkembangan zaman dengan memanfaatkan media digital sebagai sarana penyampaian pesan-pesan Islam yang moderat, edukatif, dan inspiratif.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi harus dijadikan peluang besar untuk memperkuat syiar Islam, terutama di tengah dominasi media sosial dalam kehidupan masyarakat saat ini.
“Media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat akhlak dan peradaban. Konten-konten negatif yang merusak nilai harus dikalahkan oleh konten positif dan dakwah yang menyejukkan,” kata Bachtiar.
Ia menyebutkan, masih banyak dai, penggiat dakwah, remaja masjid, dan pemuda yang belum memiliki keterampilan teknis maupun strategi komunikasi digital yang memadai. Karena itu, pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam memproduksi, mengelola, dan menyebarluaskan konten dakwah yang kreatif dan berkualitas.
Bakhtiar juga menekankan pentingnya peran dai, konten kreator, komunitas dakwah, dan pegiat media sosial sebagai agen perubahan akhlak dan karakter di ruang digital.
“Dakwah digital harus dikemas kreatif, inovatif, santun, menarik, dan sesuai dengan karakter generasi Z. Pesan dakwah perlu disampaikan secara singkat dan mudah dipahami melalui video, desain grafis, podcast, maupun konten media sosial lainnya,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, komunitas dakwah seperti AKRAB dan Raisul Fata diharapkan dapat membangun ruang belajar bersama dan memperluas jangkauan dakwah melalui kegiatan daring maupun luring.
Bakhtiar turut menyoroti pentingnya peran perempuan dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan Islami. Menurutnya, Ibu Profesional Aceh memiliki pengaruh besar dalam pendidikan keluarga dan pembentukan karakter generasi muda melalui media digital.
Sementara itu, Kepala DSI Kota Banda Aceh, Alimsyah, S.Pd., MS didampingi Kepala Bidang Pengembangan Syariah, Wirzaini Usman, S.HI., M.I.Kom mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terkait konsep dan urgensi dakwah digital.
“Pelatihan ini juga membekali peserta dengan keterampilan dasar pembuatan konten dakwah digital dan meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah,” kata Alimsyah.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan dai dan pegiat dakwah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat peran media digital dalam menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Adapun pemateri dalam pelatihan tersebut yakni Wali Kota Banda Aceh, Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE, Kepala DSI Kota Banda Aceh Alimsyah, S.Pd., MS, penceramah nasional Dr. Tgk. H. Amri Fatmi, Lc., MA, serta konten kreator Muhammad Al-Munawwir atau Awien Syu’ib.
“Melalui kegiatan ini kita berharap terbangun ekosistem dakwah digital yang berkelanjutan dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkas Alimsyah.


