Balai Penjaminan Mutu Pendidikan(BPMP) Provinsi Aceh telah menyelesaikan kegiatan “Rakortek Perencanaan Pemenuhan SPM Tingkat Provinsi” yang berlangsung di Hotel Hermes Banda Aceh. Kegiatan ini diikuti oleh 24 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Provinsi, 24 Kepala Bappeda Kabupateb/Kota dan Provinsi, 23 Ketua Komisi Pendidikan DPRK dari 23 Kabupaten/Kota, dan 5 Widyaprada dari internal BPMP Aceh.
Khairulhadi sebagai kasubag dan ketua panitia kegiatan menjelaskan bahwa dalam rangka mendukung penjaminan mutu di daerah, BPMP Aceh mempunyai tugas memfasilitasi Pemerintah Daerah dalam upaya pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pendidikan melalui sejumlah kegiatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi capaian mutu pemerintah daerah melalui data Rapor Pendidikan Pemerintah Daerah, dan identifikasi indikator prioritas peningkatan mutu berbasis SPM, serta memastikan ketepatan perencanaan Program Penjaminan Mutu untuk pencapaian SPM. Ketua panitia juga menyampaikan bahwa bahwa kehadiran peserta dari unsur pembuat kebijakan menunjukkan antusiasme mereka dalam peningkatan mutu pendidikan di daerahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin menyampaikan dalam arahannya bahwa Rapor Pendidikan Daerah merupakan gambaran dari kondisi pendidikan di masing-masing daerah, dan agar dimanfaatkan. selain Dinas Pendidikan, BPMP, dan orang tua, masyarakat juga merupakan unsur penting dalam sinergi peningkatan mutu pendidikan di daerah. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dan pondasi membangun peradaban.
Kepala BPMP Provinsi Aceh, Muhammad Syafran dalam pembukaan menyampaikan bahwa dalam rangka mewujudkan “Pendidikan Bermutu untuk Semua”, sejumlah program prioritas telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program prioritas ini merupakan sarana bagi Pemerintah Daerah untuk meningkatkan mutu lulusan dan meraih SPM Bidang Pendidikan. Kemendiknasmen melalui BPMP Aceh memfasilitasi Pemerintah Daerah dalam perencanaan pemenuhan layanan minimal pendidikan yang lebih bermakna sehingga implementasi program pemenuhan mutu pendidikan efektif dan tepat sasaran, kegiatan ini diharapkan tersusunnya perencanaan pemenuhan SPM oleh Pemerintah Daerah dalam upaya peningkatan mutu Pendidikan di daerah yang lebih berkualitas dan tepat sasaran.
Untuk mendukung penyusunan perencanaan pemenuhan SPM Bidang Pendidikan, peserta diberi pemahanan terkait “SPM, Target Kinerja, dan Indikator Bidang pendidikan Jangka Menengah dan Panjang” yang disampaikan oleh Paudah, narasumber dari Kemendagri, “Peningkatan Literasi, Numerasi dan Karakter dalam Pemenuhan SPM Berbasis Anggaran dan SDM: Too Much Schooling, Too little Learning” oleh Saiful Mahdi dosen FMIPA USK dan paparan Objektif Program Prioritas dari PIC internal BPMP tentang “10 Program Prioritas Kemendikdasmen tahun 2026”. Sebagai bahan pendampingan lanjutan, stakeholders Pendidikan Kabupaten/Kota dan Provinsi melakukan “Pemetaan Sub-kegiatan Prioritas Berbasis SPM” di daerah masing-masing.
Secara umum kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pihak pemegang kebijakan bidang pendidikan di Pemerintahan Daerah terkait kebijakan pencapaian SPM dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran bidang pendidikan di 23 Kabupaten/Kota dan Provinsi di Aceh.


