Indosat Hadang 2 Miliar Ancaman Spam dan Scam demi Lindungi Pelanggan

Enam bulan sejak diluncurkan, fitur Anti-Spam dan Anti-Scam milik Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) menunjukkan kinerja signifikan dalam melindungi pelanggan dari kejahatan digital. Berbasis kecerdasan artifisial (AI) dan dikembangkan bersama mitra teknologi strategis Tanla melalui platform Wisely AI, sistem ini telah mendeteksi dan menghadang lebih dari 2 miliar panggilan, pesan, serta tautan yang terindikasi sebagai spam dan scam.

Capaian tersebut menegaskan peran Indosat tidak hanya sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga sebagai pelindung ruang digital pelanggan. Di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap ponsel untuk komunikasi, transaksi keuangan, hingga aktivitas ekonomi sehari-hari, ancaman penipuan digital menjadi risiko nyata yang dapat berdampak langsung pada kepercayaan dan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data internal Indosat, mayoritas ancaman berasal dari modus penipuan one time password (OTP), phishing, serta undian palsu. Saluran utama yang digunakan pelaku kejahatan masih didominasi oleh SMS dan panggilan suara. Aktivitas mencurigakan ini tercatat meningkat pada periode tertentu, seperti menjelang hari raya, musim belanja daring, serta masa pencairan bantuan sosial, ketika intensitas komunikasi dan transaksi masyarakat meningkat.

Selain melakukan pemblokiran otomatis, fitur Anti-Spam dan Anti-Scam juga dirancang untuk melibatkan pelanggan secara aktif dalam upaya pencegahan. Sejak pertama kali diluncurkan, lebih dari 2,5 juta pelanggan telah mengaktifkan aplikasi pendukung layanan ini guna meningkatkan keamanan dan pengalaman penggunaan. Dari partisipasi tersebut, tercatat lebih dari 124.000 nomor yang dilaporkan dan teridentifikasi digunakan untuk aktivitas penipuan.

Dari sisi dampak sosial dan ekonomi, sistem perlindungan ini membantu pelanggan menghindari risiko kehilangan dana, gangguan terhadap kelangsungan usaha, hingga penyalahgunaan data pribadi. Manfaat perlindungan dirasakan paling signifikan oleh segmen UMKM, kelompok lanjut usia, serta pelanggan di wilayah dengan tingkat kerawanan yang relatif tinggi. Secara agregat, sistem ini diperkirakan telah mencegah potensi kerugian finansial hingga US$500 juta. Survei internal Indosat juga menunjukkan lebih dari 95 persen pelanggan merasa lebih aman dan terlindungi setelah menggunakan fitur tersebut.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, mengapresiasi langkah Indosat dalam memerangi spam dan scam di Indonesia. Menurutnya, inisiatif ini menjadi contoh konkret pemanfaatan teknologi AI yang tepat guna untuk perlindungan konsumen. Ia juga mendorong pelaku industri telekomunikasi dan digital lainnya untuk mengadopsi langkah serupa demi membangun ekosistem digital nasional yang lebih aman dan tepercaya.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan bahwa penguatan fitur Anti-Spam dan Anti-Scam merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjawab kebutuhan nyata pelanggan. Ia menyampaikan bahwa ponsel kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, sehingga perlindungan digital yang proaktif dan adaptif menjadi keharusan. Melalui kolaborasi dengan Tanla, teknologi AI di jaringan Indosat mampu menyaring ancaman sejak dini sebelum berdampak langsung pada pelanggan.

Sebagai mitra strategis, Tanla berperan dalam mengembangkan sistem deteksi berbasis AI yang adaptif terhadap pola kejahatan digital yang terus berkembang.

Sistem ini memiliki tingkat akurasi hingga 99 persen dan terus disempurnakan melalui pembelajaran data secara berkelanjutan. Founder Chairman & CEO of Tanla Platforms, Uday Reddy, menyatakan bahwa kolaborasi dengan Indosat dan pemerintah Indonesia mencerminkan komitmen Tanla dalam menghadirkan inovasi teknologi yang berdampak nyata bagi masyarakat serta mendukung masa depan digital Indonesia yang lebih aman.

Penguatan sistem ini juga menjadi respons atas meningkatnya ancaman penipuan digital secara nasional. Laporan State of Scams in Indonesia 2025 dari Global Anti-Scam Alliance mencatat bahwa hampir dua pertiga masyarakat Indonesia pernah menghadapi upaya penipuan, dengan lebih dari sepertiga di antaranya menjadi korban dalam 12 bulan terakhir.

Sementara itu, data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan bahwa sejak berdirinya Indonesia Anti-Scam Centre pada November 2024 hingga pertengahan Januari 2026, total kerugian akibat penipuan yang dilaporkan mencapai Rp9,1 triliun.
Menjawab tantangan tersebut, Indosat bersama Tanla terus menyempurnakan sistem perlindungan agar tetap relevan dan mudah diakses. Layanan ini tersedia bagi pelanggan IM3 melalui SATSPAM, serta bagi pelanggan Tri melalui fitur TRI AI: Anti-Spam/Scam dengan sistem identifikasi visual berbasis kode warna. Dengan dukungan teknologi AI, kolaborasi strategis, dan partisipasi aktif pelanggan, Indosat menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem digital yang aman, tepercaya, dan berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat Indonesia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads