Prihatin Tambang Ilegal, Pemuda Jantho Lestari Hijaukan Krueng Aceh

Pemuda Jantho yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Jantho Lestari (IPJL)  menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan melakukan penanaman pohon di bantaran Sungai Krueng Aceh. Aksi ini bertujuan untuk menyelamatkan hutan dan sumber air, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di tengah ancaman pencemaran Sungai krueng Aceh akibat aktivitas tambang ilegal.

Kegiatan penanaman pohon ini diikuti oleh puluhan pemuda Jantho, masyarakat Jantho, aktivis lingkungan dari Banda Aceh, BKSDA Aceh, dan mahasiswa Institut seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Jantho.  Mereka dengan semangat menanam berbagai jenis pohon di sepanjang bantaran sungai , yang ditargetkan sebanyak 1000 pohon bibit bantuan yang di terima kelompok pemuda dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh. Mereka berharap penanaman pohon ini dapat membantu mengurangi erosi tanah, meningkatkan kualitas air, dan menyediakan habitat bagi satwa liar. Di samping itu penanaman pohon ini juga merupakan bagian dari tanggung jawab dan kesadaran para pemuda Jantho akan pentingnya menjaga hutan tetap lestari

Penanaman pohon ini adalah salah satu cara untuk menjaga kelestarian lingkungan dan sumber air kita. Kami berharap masyarakat dapat terus mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini, ujar Tabuna, yang saat ini menjadi ketua IPJL.  Lebih lanjut, Tabuna menyampaikan bahwa penanaman pohon di bantaran sungai juga dapat membantu mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kualitas udara. Oleh karena itu, aksi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain untuk terus menjaga kelestarian lingkungan.

Di sisi lain Tabuna, yang mewakili para pemuda dari enam desa di sekitar Kawasan Hutan Jantho mendesak Pemerintah atau pihak terkait agar lebih serius dalam menghentikan aktivitas tambang ilegal yang cemari sungai Krueng Aceh.

“Kehidupan masyarakat kami yang bergantung pada sungai krueng aceh sangat terganggu akibat tercemarnya aliran sungai, kami tidak dapat lagi mencari ikan kerling dengan mudah seperti sebelum aktivitas tambang di mulai, selain itu masyarakat dan wisatawan juga tidak dapat lagi menikmati sungai krueng aceh yang ada di jantho untuk berenang yang sering di lakukan wisatawan lokal di hari libur.

“Sungai Krueng Aceh adalah sumber kehidupan bagi masyarakat Aceh, tetapi sekarang sedang terancam oleh aktivitas tambang ilegal. Kami berharap pemerintah dapat mengambil tindakan tegas terhadap pelaku,” ujar salah satu pemuda Jantho yang lain yang ikut dalam kegiatan penanaman.

Aktivitas tambang ilegal tidak hanya merusak ekosistem sungai, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat yang bergantung pada sungai. Pemuda Jantho meminta untuk pemerintah meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap aktivitas tambang ilegal.

Sementara itu, keuchik gampong Jantho, Ansari, yang juga ikut dalam kegiatan penanaman, menyampaikan perangkat gampong  siap mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam Aceh.

Sungai Krueng Aceh adalah salah satu sungai terpanjang di Aceh dan memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pemuda Jantho berharap agar sungai ini dapat dijaga dan dilindungi demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads