Nilai ekspor provinsi Aceh kembali mengalami penurunan cukup drastis pada bulan September 2014, penurunan mencapai 67,19 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Hermanto mengatakan nilai ekspor Aceh pada bulan September sebesar 16,2 Juta USD, turun drastis dari bulan sebelumnya yang mencapai 49,6 juta USD.
Menurut Hermanto pada bulan September 2014 Aceh melakukan ekspor komoditi migas berupa condensate sebesar 16,2 juta USD, sementara ekpor komoditi nonmigas berupa ikan dan udang sebesar 28,4 ribu USD. Dikatakan Hermanto ekspor komoditi nonmigas juga mengalami penurunan cukup drastis hingga 43,16 poersen.
Hermanto mengatakan ekspor komoditi nonmigas terbesar ditujukan ke negara Singapura yaitu sebesar 27,5 ribu USD dan Jepang sebesar 938 USD, ”Pada bulan itu Ekpor komoditi migas masih berkontribusi besar yaitu mencapai 99,83 persen dari total ekspor”lanjutnya.
Hermanto menambahkan masih terdapat beberapa komoditi dari provisi Aceh yang diekspor melalui pelabuhan diluar Aceh seperti pelabuhan di Sumatera Utara dan Jakarta.
Adapun komoditi yang masih diekspor melalui pelabuhan diluar Aceh merupakan kelompok karet dan barang dari karet sebesar 273 ribu USD, yang diekspor melalui pelabuhan Belawan Sumatera Utara. Kemudian kelompok komoditi kopi sebesar 84,7 ribu USD menuju Amerika Serikat. Selanjutnya komoditi mesin-mesin yang diekspor melalui pelabuhan Tanjung Priok Jakarta sebesar 149,9 USD menuju negara Thailand.