Festival Peunajoh Aceh Dorong Pangan Lokal dan UMKM Naik Kelas

Upaya untuk mengenalkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat pada pangan lokal terus dilakukan. seperti Festival Peunajoh Aceh yang digelar pada 3–10 Agustus 2026 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Timur.

Nurhafidhah inisiator Festival Peunajoh Aceh menyebutkan acara tersebut untuk memperkenalkan dan mengembangkan pangan tradisional Aceh sekaligus mendorong pemanfaatan pangan lokal untuk konsumsi serta penguatan usaha berbasis bahan lokal bagi pelaku UMKM.

“Festival Peunajoh ini bukan hanya untuk menikmati kuliner, tapi juga sebuah gerakan memperkenalkan kembali budaya kuliner Aceh yang sarat nilai, tradisi, kreativitas, dan inovasi” kata Nurhafidhah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Timur drh. Muhammad Mahdi mengapresiasi penyelenggaraan Festival Peunajoh Aceh di lingkungan perpustakaan.

Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi cara untuk kembali mengenal pangan lokal dan mendekatkan masyarakat dengan perpustakaan.

“Masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati dan mengenal peunajoh Aceh, tetapi kita berharap juga tumbuh rasa ingin tahu yang mendorong mereka mampir ke perpustakaan untuk melihat dan membaca” ujarnya.

Tema yang diangkat “Festival Peunajoh Aceh: Dukung Ketahanan Pangan dengan Bahan Lokal” dan menghadirkan sejumlah kegiatan, mulai dari kuliner, pameran UMKM, literasi bacaan, seminar dan workshop, hingga lomba kreasi dan inovasi peunajoh Aceh.

Berbagai jenis makanan tradisional yang berbahan dasar pangan lokal disediakan bagi pengujung mulai dari Janeng, Bumbu Mie Aceh, Keumamah/ Ungkoet Kayee, Lempeng Sagee, Keukarah, Kue Bhoi, Bada Reuteuk dan Pisang Salee.

Sementara pada lomba, peserta ditantang mengkreasikan bahan pagan lokal menjadi produk makanan kekinian yang memiliki nilai jual tanpa menghilangkan identitas pangan lokal.

Amin, peserta yang meraih juara pertama dalam lomba kreasi peunajoh Aceh, mengolah pisang sale menjadi jajanan modern berupa Dessert Box London Cake Pisang Sale.

Menurutnya pemilihan pisang sale sebagai bahan utama karena bahan baku yang mudah didapatkan juga dapat diolah menjadi produk yang bisa mengikuti selera dan tren saat ini. ”Jajanan modern ini lagi viral sekarang dan sedang diminati, khususnya oleh perempuan, ibu-ibu, dan anak muda” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Festival Peunajoh Aceh ditutup pada 9 Agustus 2026 sekaligus pengumuman pemenang konten kreatif serta giveaway.
Nurhafidhah berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk mengenal, mengonsumsi, dan mengembangkan pangan lokal Aceh, “Sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berinovasi dan terus pengembangan produk berbasis pangan lokal.”

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads