Home PERSONA Riset Ungkap Dinamika Pelembagaan Partai Lokal Pascakonflik di Aceh

Riset Ungkap Dinamika Pelembagaan Partai Lokal Pascakonflik di Aceh

Riset doktoral yang disusun Dr. Ir. Aryos Nivada, S.P., M.A. mengungkap dinamika pelembagaan partai politik lokal di Aceh, khususnya yang lahir dari transformasi gerakan bersenjata pascakonflik menuju arena politik demokratis.

Temuan tersebut dipaparkan dalam sidang promosi doktor Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (FISIP Unpad), Bandung, Jumat (31/7/2026), melalui disertasi berjudul “Jalan Berliku Pelembagaan Partai Lokal antara Tuntutan Demokratisasi, Tantangan Klientelisme, dan Bayang-bayang Sejarah Masa Lalu: Studi Kasus Partai Aceh 2007–2024.”
Penelitian yang berlangsung lebih dari tiga tahun itu menelaah perjalanan Partai Aceh sebagai partai politik lokal yang terbentuk setelah penandatanganan perdamaian Aceh dan memperoleh ruang dalam sistem demokrasi Indonesia melalui Undang-Undang Pemerintahan Aceh.

Kajian ini menyoroti bahwa pelembagaan partai lokal di wilayah pascakonflik memiliki karakteristik yang berbeda dengan partai politik nasional. Selain dipengaruhi oleh aturan formal dan mekanisme organisasi, proses tersebut juga dibentuk oleh warisan sejarah konflik, jaringan sosial yang berkembang di masyarakat, serta relasi kekuasaan yang terbentuk selama masa transisi.

Dalam penelitian yang dilakukan Dr. Ir. Aryos Nivada, S.P., M.A. tersebut digunakan pendekatan Neo-Institusionalisme, teori Rebel-to-Party, dan teori klientelisme untuk menganalisis dinamika internal partai serta interaksinya dengan lingkungan politik yang lebih luas.

Salah satu hasil penelitian adalah pengembangan konsep Hybrid Post-Conflict Party Institutionalization atau Pelembagaan Partai Hibrida Pascakonflik. Konsep ini menjelaskan bagaimana partai politik yang berasal dari transformasi gerakan perlawanan dapat bertahan melalui kombinasi antara identitas historis yang dimiliki dan penyesuaian terhadap tuntutan kelembagaan demokrasi modern.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan partai lokal tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memenangkan pemilu, tetapi juga oleh kapasitas organisasi dalam membangun kaderisasi, regenerasi kepemimpinan, serta sistem pengambilan keputusan yang lebih terlembaga.

Di sisi lain, penelitian menemukan sejumlah tantangan yang masih dihadapi, seperti dominasi figur tertentu dalam struktur organisasi, kuatnya pola hubungan patronase, terbatasnya regenerasi kepemimpinan, serta kebutuhan menyeimbangkan identitas lokal dengan dinamika politik nasional.

Kajian tersebut menilai bahwa proses pelembagaan partai pascakonflik tidak berlangsung secara linear menuju model partai modern sebagaimana banyak dijelaskan dalam literatur politik. Sebaliknya, proses tersebut berlangsung secara bertahap dan dipengaruhi oleh konteks sosial, sejarah, serta pengalaman politik lokal yang spesifik.

Temuan ini diharapkan dapat memperkaya kajian mengenai partai politik lokal di Indonesia yang hingga kini masih relatif terbatas, sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi pengembangan tata kelola partai, penguatan demokrasi lokal, dan perumusan kebijakan publik di daerah pascakonflik.

Penelitian yang mengantarkan Dr. Ir. Aryos Nivada, S.P., M.A. meraih gelar doktor ini juga menawarkan perspektif baru dalam memahami transformasi organisasi politik pascakonflik di Indonesia, khususnya di Aceh yang memiliki kekhususan dalam sistem kepartaian melalui keberadaan partai politik lokal.

Exit mobile version