BSI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Integrasi Ekosistem Halal Nasional

PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran sebagai penggerak utama pengembangan ekosistem halal nasional. Langkah tersebut dilakukan guna mengoptimalkan potensi pasar halal lifestyle Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp5.000 triliun.
Komitmen itu disampaikan Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, saat menjadi pembicara dalam sesi Business Talks pada Financial Festival 2026 yang berlangsung di Yogyakarta.

Dalam paparannya, Anggoro menegaskan bahwa perbankan syariah saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyedia layanan transaksi keuangan, tetapi telah berkembang menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Menurutnya, BSI terus memperkuat berbagai faktor pendukung strategis, salah satunya melalui percepatan pembiayaan produktif yang dilakukan secara agresif namun tetap berkelanjutan. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi fokus utama untuk didorong agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing lebih tinggi.

BSI juga menghadirkan pendekatan pendampingan yang komprehensif melalui program BSI UMKM Centre. Program tersebut mencakup pembinaan pelaku usaha yang belum bankable, pelatihan peningkatan kapasitas usaha, hingga membuka akses pasar melalui business matching dengan pembeli berskala nasional maupun internasional.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memanfaatkan kekuatan ekosistem halal dengan memperluas kolaborasi ke berbagai jaringan strategis seperti pondok pesantren, sekolah Islam, komunitas muslim, industri halal, hingga sektor haji dan umrah. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan integrasi bisnis halal yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Saat ini Indonesia tercatat sebagai salah satu pemain utama dalam pasar halal lifestyle global. BSI optimistis potensi ekonomi halal nasional akan terus meningkat apabila seluruh ekosistem industri halal dan UMKM dapat terhubung secara menyeluruh dengan dukungan perbankan syariah.

Di akhir sesi Anggoro menegaskan bahwa prinsip ekonomi syariah bukan hanya berorientasi pada keuntungan semata, melainkan juga menekankan aspek keadilan, transparansi, keberlanjutan, dan kemanfaatan bagi masyarakat luas sesuai dengan nilai maqashid syariah.

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads