PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan kinerja yang solid dan berkelanjutan sepanjang 2025, menegaskan posisinya sebagai penggerak utama industri perbankan syariah nasional.
Kinerja positif tersebut tercermin dari ekspansi bisnis yang konsisten, penguatan fundamental keuangan, serta profitabilitas yang terus terjaga, seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan perbankan syariah BSI.
Pertumbuhan tersebut diperkuat oleh keberhasilan BSI menjalankan transformasi bisnis secara terukur, baik dari sisi operasional, layanan, maupun digitalisasi. Memasuki usia ke-5, BSI resmi berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang menjadi landasan bagi penguatan tata kelola, daya saing, dan keberlanjutan kinerja perusahaan ke depan.
Dalam mendukung pertumbuhan tersebut, BSI mencatat kinerja pembiayaan yang melampaui industri. Pertumbuhan pembiayaan BSI tercatat dua kali lipat dibandingkan rata-rata pertumbuhan perbankan syariah nasional. Hingga Desember, BSI berhasil menguasai 46,1 persen market share pembiayaan syariah nasional, menegaskan posisinya sebagai market leader yang unggul dibandingkan bank syariah lainnya. Capaian ini sekaligus mencerminkan kualitas pembiayaan yang terjaga dan manajemen risiko yang prudent.
Dari sisi kontribusi terhadap negara dan umat, BSI terus menunjukkan kinerja yang meningkat. Hingga 2025, BSI telah menyetorkan pajak perusahaan sebesar Rp8,12 triliun. Selain itu, BSI menyalurkan zakat perusahaan senilai Rp915 miliar, didukung zakat pegawai sebesar Rp174 miliar serta zakat dari nasabah dan masyarakat umum sebesar Rp181 miliar. Penyaluran dana ZISWAF tersebut dikelola melalui BSI Maslahat dan difokuskan pada sektor sosial, pendidikan, kesehatan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Sejalan dengan strategi pertumbuhan, BSI juga memperkuat perannya dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah nasional, termasuk sektor haji dan umrah. Dana pihak ketiga dari berbagai segmen mencatatkan pertumbuhan positif, antara lain tabungan haji sebesar Rp15,9 triliun, dana masjid dan jamaah Rp7,5 triliun, sekolah Islam Rp9,3 triliun, pesantren Rp2,1 triliun, serta sektor halal lifestyle Rp1,2 triliun.
Dalam mendukung agenda pembangunan nasional, BSI menyalurkan pembiayaan dari penempatan dana Kementerian Keuangan senilai Rp10 triliun, serta menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp12,23 triliun kepada 90.218 nasabah. BSI juga berkontribusi di sektor perumahan melalui penyaluran FLPP sebanyak 23.487 unit rumah dengan nilai Rp3,53 triliun.
Pertumbuhan kinerja BSI turut ditopang oleh akselerasi digital dan perluasan jaringan layanan. Berbagai kanal transaksi digital seperti BYOND, QRIS, BSI Agen, EDC, ATM, dan BEWIZE mencatat pertumbuhan signifikan baik dari sisi pengguna, frekuensi, maupun volume transaksi. Hingga 2025, BSI didukung oleh 1.049 outlet dengan 153 diantaranya kantor cabang, serta lebih dari 126 ribu BSI Agen yang menjangkau hingga pelosok negeri.
Dengan kinerja pertumbuhan yang kuat, dominasi pembiayaan syariah nasional, serta penguatan tata kelola sebagai BUMN, BSI optimistis dapat terus menjaga momentum pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperkokoh perannya sebagai pilar utama perbankan syariah dan ekonomi syariah nasional.


