FJPI Aceh Peduli Penyintas Banjir dan Longsor Aceh

Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Aceh membuka donasi dan terus menyalurkan bantuan bagi penyintas banjir bandang dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh sejak 26 November 2025.

FJPI Aceh menyiapkan penyaluran donasi keempat yang dijadwalkan berangkat Sabtu (17/1/2026) dari Banda Aceh ke Desa Paya Rebo Lhok, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Ketua FJPI Aceh, Saniah LS, mengatakan, uluran tangan bagi penyintas banjir dan longsor masih sangat dibutuhkan. Menurutnya, keterlibatan FJPI Aceh bentuk kepedulian jurnalis perempuan terhadap masyarakat terdampak bencana.

“Kami merasa bertanggung jawab untuk membantu, tidak hanya melalui pemberitaan, tetapi juga dengan membuka donasi sebagai perpanjangan tangan dari masyarakat” tegas Saniah.

Ia menambahkan, “Sebagian informasi yang saya terima masih mengungsi dan bertahan di Posko Pengusian, di tenda di halaman rumah yang hilang dibawa banjir, serta bekerja seperti biasa menjadi berdagang, dan menjadi buruh kupas Pinang,” ungkap Saniah

Sejumlah anggota FJPI Aceh juga turut terdampak banjir dan longsor seperti di Aceh Singkil, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Aceh Utara.

Eva Basaria, reporter RRI di Aceh Singkil, mengatakan saat kejadian ia sedang meliput, “Sementara keluarga harus mengungsi ke rumah tetangga yang masih aman dihuni, karena rumah saya sudah masuk air hampir setengah dada orang dewasa” Tuturnya.

Kejadian sama juga dialami Zuhra, wartawan LintasGayo.com di Aceh Tengah, harus ia dan keluarga harus mengungsi ke rumah orang tuannya, “Karena yang masih aman ditinggal” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Pelatihan FJPI Aceh, Indah menceritakan pengalamannya saat menjadi relawan di lokasi bencana Aceh Tamiang.

Ia menyebutkan kondisi sebulan pascabencana belum sepenuhnya membaik, di sejumlah lokasi masih terisolir, sekolah dan rumah ibadah belum berfungsi optimal, serta akses jalan belum pulih, “Masyarakat masih sangat membutuhkan bantuan, trauma juga masih dirasakan warga setiap kali hujan turun karena khawatiran banjir susulan” Ungkapnya.

Selain bantuan logistik, kegiatan juga akan disertai pemeriksaan kesehatan lansia dan dukungan psikososial bagi anak-anak bekerja sama dengan tenaga kesehatan.

“Donasi akan terus kami buka hingga penyintas benar-benar pulih. Terima kasih kepada orang-orang baik dari Papua hingga Aceh yang terus membantu” tutup Saniah. (Nurul Ali)

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads