Banda Aceh – Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh), Riyanto melalui Posko BPOM Peduli Aceh secara resmi melepas relawan kemanusiaan yang akan bertugas membantu pemulihan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang pada Selasa (06/01/2026). Pelepasan relawan yang berlangsung di Halaman Kantor BBPOM Aceh ini turut di hadiri Direktur Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aceh, Abdurrahman; Kepala Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kota Banda Aceh, Jontari; Kepala Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh, Ali Isha Wardhana dan Perwakilan Kepala BKK Kelas II Kota Sabang.
Relawan yang diberangkatkan berasal dari tujuh institusi dan organisasi profesi kesehatan, yakni BBPOM Aceh, BKK Kelas I Banda Aceh, BKK Kelas II Kota Sabang, Poltekkes Kemenkes Aceh, Balai Labkesmas Banda Aceh, organisasi profesi PATEKLI Aceh, serta Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Aceh. Kehadiran para relawan ini menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian lintas sektor kesehatan terhadap masyarakat Aceh Tamiang yang tengah menghadapi dampak bencana.
Dalam sambutannya, Riyan menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh relawan yang telah bersedia mengabdikan waktu, tenaga, dan keahliannya untuk misi kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa kehadiran relawan kesehatan sangat dibutuhkan di tengah kondisi darurat akibat banjir bandang yang merusak fasilitas kesehatan dan infrastruktur pendukung pelayanan masyarakat.
“Kehadiran saudara-saudari sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan menjadi sangat berarti dan dinantikan oleh masyarakat Aceh Tamiang yang tengah menghadapi musibah. Ini adalah wujud nyata kepedulian dan profesionalisme tenaga kesehatan Aceh,” ujar Riyan.
Riyan juga menjelaskan bahwa para relawan akan menjalankan misi kemanusiaan selama periode 6 hingga 10 Januari 2026. Adapun tugas yang diemban meliputi penyaluran bantuan kemanusiaan, reaktivasi puskesmas yang terdampak banjir, pemberian pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat, serta membantu pemulihan sarana dan prasarana kesehatan yang mengalami kerusakan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BBPOM Aceh juga berpesan kepada seluruh relawan agar senantiasa mengutamakan keselamatan diri dan tim selama bertugas di lokasi bencana, memberikan pelayanan terbaik dengan penuh empati, menjaga koordinasi yang solid antar-tim dan pemangku kepentingan setempat, serta menjaga nama baik institusi dan organisasi masing-masing.
“Bencana ini mengingatkan kita bahwa persaudaraan dan kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Inilah esensi gotong royong dan ukhuwah yang harus terus kita jaga,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Riyan menyampaikan doa dan harapan agar seluruh relawan diberikan perlindungan, kesehatan, dan kelancaran dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut. Ia berharap kehadiran relawan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh Tamiang serta menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang terlibat.
Dengan pelepasan ini, BBPOM Aceh menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai institusi dan organisasi profesi dalam mendukung upaya penanggulangan bencana dan pemulihan layanan kesehatan, sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.


