Bisnis Bunga Segar: Bagaimana Zed Floral Membedakan Diri dari Kompetitor?

Tren buket bunga segar semakin diminati oleh pecinta bunga, tidak hanya untuk acara formal atau momen penting, tetapi juga untuk acara nonformal sebagai bentuk ungkapan terima kasih atau kasih sayang.

Di Aceh, buket bunga mulai digemari sejak satu dekade lalu. Namun, saat itu penyedia bunga segar masih sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada, sehingga harga bunga segar cenderung lebih mahal dibandingkan bunga artifisial.

Tantangan ini kemudian dilirik oleh Diba dan Zehan. Pada tahun 2017, mereka memulai usaha bunga segar dengan nama Zed Floral.
“Kami melihat peluang besar untuk pasar bunga segar di Banda Aceh yang masih jarang ditemukan. Sebagian besar toko florist di sini lebih banyak menjual bunga buatan” sebut Zehan.

Pada waktu itu, mereka mulai merintis usaha ini dari rumah. Tidak sekadar berbisnis bunga, mereka juga ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan bunga berkualitas tinggi.

Salah satu yang membedakan Zed Floral dari kompetitor adalah komitmen mereka yang hanya menyediakan bunga segar berkualitas premium. “Saat itu belum ada supplier bunga segar komersial di sana. Kami memutuskan untuk mendatangkan bunga dari luar daerah, seperti Medan (khususnya Berastagi), Jakarta, Bandung, dan Lembang” jelas Zehan.

Zehan dan Diba menyadari bahwa kualitas adalah faktor utama dalam bisnis bunga segar. Karena itu, mereka konsisten menyediakan bunga berkualitas premium setiap hari. Bunga yang ditanam di greenhouse (greenhouse flower) serta bunga impor menjadi fokus utama mereka.

Zehan menambahkan, bunga mawar adalah salah satu produk utama Zed Floral. Namun, mereka juga sering memadukannya dengan bunga lain, seperti aster dan krisan, serta berbagai jenis daun hias. Bahkan untuk daun, mereka memilih daun impor agar kualitasnya lebih baik.

Sebagian besar pesanan bunga segar Zed Floral berupa buket yang mencapai sekitar 80 persen dari total permintaan. Buket-buket ini banyak dipesan untuk momen spesial seperti ulang tahun, wisuda, pernikahan, sidang, dan acara lainnya.
“Masuknya brand luar ke Banda Aceh juga membuka peluang bagi Zed Floral sendiri karena tingginya permintaan bunga untuk acara seperti grand opening dan peluncuran produk” ujarnya.

Zed Floral berlokasi di Ulee Lheu, dan mereka menyediakan berbagai variasi buket bunga, mulai dari single rose dengan harga Rp30.000 hingga buket bernilai jutaan rupiah, tergantung tingkat kesulitan dan bahan yang digunakan.
“Dalam merangkai bunga dibutuhkan keterampilan dan teknik khusus agar bunga tidak haya indah tapi juga tahan lama” jelasnya.

Tren buket yang banyak dibuat Zed Floral adalah Korean Bouquet. “Tetapi semakin ke sini, permintaan pelanggan mulai bergeser” sebutnya.

Banyak pelanggan kini menginginkan bunga potong dengan konsep yang lebih sederhana, mirip dengan gaya bunga potong di Eropa. “Kami mengikuti perkembangan tren ini agar tetap relevan dengan selera pasar” lanjutnya.

Zehan bercerita bahwa tantangan utama yang mereka hadapi selama ini adalah rantai pasokan (supply chain). “Karena bunga segar hanya bisa ditanam di dataran tinggi seperti Takengon, ini menjadi kendala dalam mendapatkan stok, juga Aceh cukup jauh dari pusat distribusi utama, seperti Jakarta, yang merupakan sumber utama bunga impor” paparnya.

Selain itu, menjaga kesegaran bunga selama proses pengiriman juga menjadi tantangan trsendiri. Ia menyebutkan bunga segar hanya memiliki masa simpan sekitar satu hingga dua minggu, sehingga pengiriman tidak boleh mengalami keterlambatan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pasangan suami-istri ini selalu melakukan conditioning ulang setiap tiga hari dengan memangkas tangkai bunga dan mengatur suhu penyimpanan dalam kulkas, yang harus dijaga pada suhu 8 hingga 16 derajat Celsius.

Kini, dalam operasional produksinya, Zed Floral telah dibantu oleh beberapa karyawan andal, sementara Zehan dan Diba lebih fokus pada manajemen dan pemasaran. “Meski demikian, saya dan istri selalu memastikan kualitas rangkaian bunga tetap terjaga” imbuh Zehan.

Strategi pemasaran yang mereka lakukan tidak hanya secara offline, tetapi juga dengan memanfaatkan media digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

“Kami rutin membuat konten menarik tentang rangkaian bunga yang kami buat serta berbagi testimoni dari pelanggan. Ini penting untuk menjaga loyalitas pelanggan dan membangun hubungan jangka panjang dengan mereka” ungkapnya.

Meskipun usaha Zed Floral terus berkembang, mereka belum berencana melakukan ekspansi bisnis dalam waktu dekat.

Mereka menyadari bahwa memperluas bisnis bukanlah hal yang mudah, dan pengalaman kegagalan sebelumnya membuat mereka lebih berhati-hati dalam perencanaan bisnis.

Dalam jangka panjang, Zehan dan Diba bercita-cita memiliki kebun bunga segar sendiri di Aceh. “Nantinya, ini akan menjadi kebun bunga segar pertama di Aceh yang menjual bunga secara komersial” harap Zehan.

Ia menambahkan bahwa ini adalah langkah besar yang ingin mereka capai tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga untuk menciptakan lapangan kerja dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Zed Floral hadir di Instagram dengan akun @Z.FLORAL. Mereka juga bisa dihubungi langsung melalui WhatsApp yang tersedia di bio Instagram untuk pemesanan atau pertanyaan lebih lanjut. (Nurul Ali)

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads