Presiden Prabowo Resmikan BSI Bank Emas Syariah Pertama di Indonesia

Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan layanan Bank Emas dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), menjadikannya sebagai bank syariah pertama yang menghadirkan layanan bank emas di Indonesia. Inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi keuangan syariah nasional menuju sistem yang lebih modern dan inovatif.

Dalam peresmian yang berlangsung di Gade Tower, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kehadiran bank emas merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Ia menyoroti bahwa Indonesia memiliki cadangan emas terbesar keenam di dunia dan kini, untuk pertama kalinya, memiliki bank emas sendiri. Dengan produksi emas nasional yang meningkat dari 100 ton menjadi 160 ton per tahun, bank emas diharapkan dapat memperkuat ekosistem emas dalam negeri, mempercepat tabungan emas, serta meningkatkan cadangan emas nasional.

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa kehadiran bank emas menandai komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem dan perdagangan emas nasional. Saat ini, Indonesia memiliki potensi cadangan emas sekitar 2.600 ton, tetapi simpanan emas dalam bentuk batangan baru mencapai 201 ton. Dengan adanya bank emas, cadangan emas nasional diharapkan dapat meningkat signifikan dalam lima tahun ke depan. Selain itu, sekitar 1.800 ton emas yang masih disimpan secara mandiri oleh masyarakat juga berpotensi masuk ke dalam sistem keuangan formal yang lebih aman.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan terhadap hadirnya bank emas syariah pertama di Indonesia. BSI telah mendapatkan izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat OJK No. S-53/PB.22/2025 pada 12 Februari lalu. Izin ini mencakup dua kegiatan utama, yakni penitipan emas dan perdagangan emas. Ke depan, BSI juga akan melanjutkan proses perizinan untuk layanan pembiayaan emas serta penyimpanan emas.

Layanan bank emas ini melengkapi ekosistem produk emas BSI yang telah ada, seperti Gadai Emas, Cicil Emas, dan BSI Emas Digital. Saat ini, total emas yang dikelola BSI mencapai 17,5 ton, dengan omset bisnis emas mencapai Rp28,7 triliun. Bank emas BSI dirancang agar inklusif dan berbasis digital, memungkinkan masyarakat untuk berinvestasi emas mulai dari 0,05 gram dengan nilai kurang dari Rp100.000 melalui aplikasi BYOND by BSI.

Pada peresmian ini, BSI memperkenalkan tiga branding utama produk bank emas, yaitu BSI Emas Digital, BSI Gold, dan BSI ATM Emas, yang menjadikan BSI sebagai bank pertama di Indonesia yang memiliki ATM emas. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan bisnis bank emas dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Dengan potensi transaksi emas yang diproyeksikan mencapai 250 ton dalam lima tahun ke depan, BSI berkomitmen untuk menjadi pionir dalam diversifikasi instrumen investasi syariah yang aman, mudah diakses, dan dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian Indonesia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads