Pemerintah Aceh dan Sumedang Sepakat Tata Kembali Makam Cut Nyak Dien

Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Sumedang sepakat untuk menata kembali makam Cut Nyak Dien, Pahlawan Nasional asal Aceh yang tempat peristirahatan terakhir di Sumedang, Jawa Barat.

Meski pun rencana tata kembali makam tersebut sudah masuk dalam rencana Kementerian Sosial dan Pemerintah Kabupaten Sumedang, namun nantinya Pemerintah Aceh akan ikut berkontribusi.

“Mudah-mudahan bisa terlaksana, insya Allah. Aceh nanti ikut berkolaborasi dan berkontribusi supaya nanti perencanaannya bisa lancar dan bisa lebih baik,” jelas Ketua TP PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, yang juga istri Gubernur Aceh usai mengikuti rangkaian acara penutupan peringatan 113 tahun Wafatnya Pahlawan Nasional asal Aceh di Gedung Negara, Sumedang, Sabtu (20/11/2021).

“Mudah-mudahan persaudaraan ini semakin erat,” tambah Dyah.

Dengan begitu, katanya, hubungan antara Aceh dengan Sumedang tak akan terputus, apalagi disandingkan dengan pertukaran kebudayaan, kuliner, ekonomi dan lainnya.

Dyah pada kesempatan iitu juga memperkenalkan berbagai lokasi wisata di Aceh dan berharap agar pemerintah Kabupaten Sumedang pada suatu ketika dapat pula berkunjung ke Aceh.

“Banyak destinasi waisata di Aceh, mulai dari Sabang, Singkil, dll. Kita tunggu pak Bupati datang ke Aceh,” ajak Dyah.

Sementara, Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir ST. M.M, menyampaikan rasa syukurnya  karena kehadiran Isteri Gubernur Aceh dan masyarakat Aceh di Sumedang, dalam rangka memperingati wafatnya Cut Nyak Dhien.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan keinginan Pemkab untuk menata dan memperluas lahan makam Cut Nyak Dien. Hal tersebut telah disampaikannya kepad Kementerian Sosial, dan kali ini kepada Pemerintah Aceh.

“Harapannya nanti Pemerintah Aceh juga dapat berkolaborasi dan berkontribusi penataan kembali makam ibu Prabu, mungkin meminta pemerintah Aceh membantu,” harap Bupati.

Mengusung tema Cahaya dari Negeri Aceh, acara tersebut juga menampilkan berbagai kegiatan kesenian, baik dari Aceh ataupun dari Sumedang, seperti penampilan Tarian Sambutan Kesenian Daerah Sumedang, Tarian Seudati, Ratoeh Jaroe, Mulanton Aceh diiringi Musik Tradisional Tarawangsa, Sumedang, dan diakhiri dengan pertunjukan Pencak Silat Sumedang.