Pemerintah Aceh Gencarkan Vaksin, Kasus Covid-19 Menurun

Pemerintah di semua tingkatan saat ini sedang fokus menyukseskan gerakan vaksinasi massal. 

Sebagaimana diketahui, suksesnya vaksinasi akan membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity, dengan demikian, covid-19 akan lebih mudah dikendalikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah, saat meninjau vaksinasi di Puskesmas Kebayakan serta menyemangati para tenaga kesehatan dan vaksinator yang masih terus bekerja hingga saat ini, Selasa (6/7/2021).

“Tidak ada kata istirahat, vaksinasi adalah super prioritas saat ini. Beberapa bulan lalu, ledakan kasus positif covid-19 di India mengejutkan dunia. Sikap abai terhadap protokol kesehatan menjadi penyebab ledakan kasus di sana. Saat ini, hal yang nyaris sama terjadi di Jakarta dan beberapa provinsi lain di Indonesia, hingga pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM Darurat. Kita tentu tidak ingin hal serupa terjadi di Aceh,” ujar Sekda.

Sebagaimana diketahui, untuk menekan kasus positif covid-19, Pemerintah telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, di Jawa dan Bali.

“Oleh karena itu, tidak ada kata jeda. gerakan vaksinasi ini harus terus kita gencarkan untuk mencapai kekebalan kelompok, karena tercapainya kekebalan kelompok, maka covid-19 akan mudah dikendalikan. Kami sangat mengapresiasi para Nakes dan vaksinator yang telah dan terus bekerja di garda terdepan penanganan covid-19,” imbuh Sekda.

Dalam kunjungannya, Sekda turut didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Aceh Hanif. Kemarin, (Senin,5/7) Sekda juga melakukan kunjungan yang sama di Dinas Kesehatan Pidie dan Aula Serbaguna Pidie Jaya untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi dan menyemangati para nakes.

“Keseriusan kerja kita adalah bentuk rasa syukur atas nikmat sehat yang telah Allah karuniakan kepada kita. Sekali lagi, terima kasih atas dedikasi semua pihak atas perjuangan melawan covid-19 selama ini. Selalu jaga kesehatan dan terus ingatkan semua orang untuk patuh prokes dan ikut vaksinasi covid-19,” pungkas Sekda.

Sementara itu laporan kasus harian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh kian turun. Kasus konfirmasi baru bertambah 34 orang, setelah dua hari berturut-turut sebelumnya bertambah 72 orang. Sementara itu, pasien terkonfirmasi Covid-19 yang sembuh hanya bertambah 21 orang, dan yang meninggal dunia bertambah lagi sebanyak tujuh orang. 

“Kasus harian trennya turun namun kasus sembuh lebih sedikit daripada penambahan kasus positif baru, dan kasus meninggal dunia mencapai tujuh orang,” tutur Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani.

Ia menjelaskan, apabila jumlah penderita baru harian lebih tinggi daripada jumlah penderita Covid-19 yang sembuh harian, beban pelayanan kesehatan tidak makin berkurang. Pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri atau pasien yang dirawat di rumah sakit tetap semakin bertambah.

Pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing membutuhkan pemantauan terus-menerus dari tenaga kesehatan Puskesmas setempat. Tenaga kesehatan harus tetap siaga memberikan pelayanan kesehatan lebih lanjut kepada pasien isolasi mandiri yang gejala penyakitnya meningkat. 

Jumlah penderita Covid-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri mencapai 3.250 orang, atau sekitar 91,8 persen dari jumlah kasus aktif yang mencapai 3.539 orang di Aceh saat ini. Kasus aktif adalah kasus positif Covid-19 yang masih dalam perawatan.

Sementara itu, 289 penderita Covid-19 lainnya, atau sekitar 8,2 persen, sedang dirawat di 29 rumah sakit yang terdapat di Aceh saat ini. Penderita yang mengalami gejala berat 15 orang dirawat di Respirotory Intensive Care Unit (RICU) atau ruang Intensive Unit Care (ICU), dan 274 orang di ruang isolasi karena gejala penyakitnya kategori sedang, tuturnya. 

Tingkat pemakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19, atau Bed Occupancy  Rate (BOR), di Aceh per tanggal 5 Juli 2021 sebesar 17,6 persen di RICU/ICU dan 29,1 persen di ruang perawatan isolasi, dari 1.126 tempat tidur rumah sakit di seluruh Aceh.

Meski BOR rumah sakit di Aceh masih relatif aman namun jangan pernah berharap untuk mengisinya, dan bila terjadi lonjakan kasus Covid-19 dalam waktu singkat semua bad rumah sakit itu juga akan terisi penuh. Karena itu tetap menjaga protokol kesehatan dalam masa Pandemi Covid-19 saat ini. 

Selanjutnya ia melaporkan kasus akumulatif Covid-19 di Aceh, per 5 Juli 2021, yang telah mencapai 19.605 orang. Pasien yang sedang dirawat 3.539 orang. Para penyintas Covid-19, (penderita yang sembuh) sebanyak  15.234 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 832 orang. 

Data pandemi Covid-19 di atas sudah termasuk kasus positif baru harian yang dilaporkan hari ini sebanyak 34 orang, pasien yang sembuh 21 orang, dan penderita meninggal dunia bertambah tujuh orang. 

Penderita baru yang dilaporkan 34 orang itu, meliputi warga Banda Aceh 14 orang, Aceh Besar sebanyak enam orang, Pidie empat orang, warga Aceh Utara dan Aceh Barat, sama-sama dua orang. Kemudian warga Lhokseumawe, Aceh Jaya, dan Nagan Raya masing-masing satu orang. Sedangkan tiga orang lagi warga dari luar Aceh.

Sementara itu, pasien Covid-19 yang sembuh sebanyak 21  orang, meliputi warga Pidie sebanyak 11 orang dan warga Banda Aceh sebanyak 10  orang. 

“Pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia bertambah lagi tujuh orang,,” katanya. 

Ketujuh orang yang dilaporkan meninggal dunia tersebut meliputi warga Banda Aceh dan Pidie masing-masing dua orang. Kemudian warga Langsa, Aceh Tengah, dan warga Aceh Jaya, sama-sama satu orang.