Alarm Covid-19 dari Aceh; 5 Hari, 741 Positif, 30 Meninggal

Jubir Covid Aceh Saiful Abdul Gani

Kasus konfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 di Aceh terus meningkat dalam lima hari terakhir.

Terhitung sejak Senin 17 Mei 2021 hingga Jumat 21 Mei 2021, kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan, baik yang positif maupun yag meninggal dunia.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh melaporkan, pada hari Senin 17 Mei jumlah konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 91 orang, Kemudian meningkat menjadi 128 kasus pada Selasa 18 Mei, dan kembali meningkat menjadi 147 kasus pada Rabu 19 Mei. Selanjutnya pada 20 Mei Satgas Covid-19 Aceh mencatat kasus sebanyak 199 orang yang dinyatakan positif Covid-19, dan sedikit menurun menjadi 176 kasus pada 21 Mei 2021.

Tidak hanya kasus positif Covid-19 yang bertambah, jumlah pasien yang kemudian dikonfirmasi meninggal dunia juga bertambah. Pada Senin 17 Mei sebanyak lima orang dikonfirmasi meninggal dunia, bertambah empat orang pada 18 Mei dan meningkat menjadi sembilan orang pada 19 Mei. Selanjutnya pada 20 Mei dilaporkan sebanyak tiga orang meninggal dunia dan sembilan orang pada 21 Mei 2021.

Artinya dalam lima terakhir saja, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Aceh mencapai 741 kasus dan meninggal dunia mencapai 30 orang.

Kasus Sembuh? Ada, namun tidak sebanding dengan penambahan yang positif Covid-19. Pada hari Senin 17 Mei jumlah pasien sembuh dilaporkan sebanyak 22 orang, 74 Orang pada 18 Mei, 62 orang pada 19 Mei, 24 orang pada 20 Mei serta 102 orang pada 21 Mei 2021. Artinya sebanyak 284 orang dikonfirmasi sembuh dalam lima hari terakhir.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani menyebutkan seiring dengan meningkatnya kasus positif Covid-19 dalam beberapa terakhir menjadi peringatan bagi masyarakat.

“Kasus positif baru yang terus meningkat ini hendaknya menjadi alarm bagi kita semua, bahwa penyebaran virus corona sangat tinggi di tengah masyarakat. Lindungi diri, keluarga dan tetangga kita semua, dengan disiplin protokol kesehatan,” imbau Saifullah.

Oleh karena itu kata Saifullah, Satgas Covid-19 Aceh tidak henti-hentinya menyerukan protokol kesehatan. Protokol kesehatan dimaksud seperti tetap memakai masker, menjaga, jarak, mengurangi mobilitas, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan.

Saifullah menyebutkan secara akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per 21 Mei 2021, telah mencapai 12.990 kasus/orang. Rinciannya, para penyintas, yang sudah sembuh dari Covid-19 sebanyak 10.571 orang. Penderita yang kini dirawat 1.895 orang, dan pasien yang meninggal dunia sudah mencapai 524 orang.

Selain itu kata dia, meningkatnya kasus konfirmasi Covid-19 juga berdampak pada peta zonasi risiko Covid-19 di Aceh. Berdasarkan Peta Zonasi Risiko Covid-19 terbaru, zona kuning di Aceh hanya tiga kabupaten, meliputi Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Kabupaten Aceh Barat Daya. Sedangkan 20 kabupaten/kota lainnya merupakan zona oranye.

Pihaknya berharap Peta zonasi risiko hendaknya menjadi referensi perilaku sosial masyarakat, untuk lebih disiplin protokol kesehatan, menunda kegiatan sosial yang mengundang kerumunan, dan meningkatkan motivasi diri, keluarga, dan para kerabat untuk senantiasa memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir sesering mungkin.

“Bila semua pihak memiliki persepsi yang sama dalam sikap dan tindakan mencegah dan memutuskan penularan virus corona, Insya Allah peta zonasi Covid-19 di Aceh akan lebih baik pada pekan depan,” lanjut Saifullah.

Tindak Tegas Pelanggar Prokes

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman meminta satgas covid-19 kota Banda Aceh untuk memperketat pengawasan prokes, salah satunya dengan mengintensifkan razia baik di pusat keramaian maupun di perbatasan kota.

“Jangan ragu untuk bertindak tegas terhadap para pelanggar. Kita sudah punya payung hukum, mulai dari perwal, instruksi gubernur hingga mendagri,” katanya.

Menurutnya, razia pelanggar prokes pencegahan Covid-19 perlu diintensifkan di tengah angka penyebaran virus Corona yang cenderung naik di Banda Aceh dan Aceh pada umumnya.

Wajar saja jika Aminullah begitu tegas terhadap pelanggar prokes, mengingat peningkatan kasus di kota Banda Aceh selalu menjadi yang tertinggi di provinsi Aceh, misalnya saja konfirmasi pada Jumat 21 Mei 2021, dari total 176 konfirmasi kasus positif Covid-19, kota Banda Aceh menyumbang sebanyak 58 orang.