Update Covid, 16 September : Positif 95, Meninggal 11 Orang

Saiful Abdulgani

Daerah Zona Merah berkurang di Aceh. Pada 6 September 2020 lalu, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Besar, dan Kota Banda Aceh, merupakan zona merah dan memiliki risiko tinggi peningkatan kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Kini Banda Aceh dan Aceh Barat keluar dari zona merah menjadi zona orange.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) berdasarkan publikasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional pada laman covid19.go.id/peta-risiko, Rabu (16/9/2020).

“Tim Pakar Satgas Covid-19 Nasional melakukan analisis terhadap indikator epidemiologis, surveilans kesehatan masyarakat, dan indikator pelayanan kesehatan, di Kota Banda Aceh dan Aceh Barat berdasarkan data per 13 September 2020, dan keduanya menjadi zona orange dengan risiko sedang peningkatan kasus Covid-19,” jelas SAG.

Ia mengatakan, selain Banda Aceh dan Aceh Barat, kondisi yang kian membaik juga terjadi di Aceh Timur. Sebelumnya Aceh Timur merupakan zona orange dan sekarang menjadi zona kuning. Di zona kuning, berdasarkan peta zonasi risiko, tingkat risiko peningkatan kasus Cavid-19 menjadi rendah.

Sedangkan Gayo Lues yang sebelumnya zona kuning menjadi orange. Kota Sabang sebelumnya zona orange menjadi zona merah. Sementara Aceh Jaya dan Aceh Besar masih zona merah, sebagaimana rilis Satgas Covid-19 pada 6 September 2020 yang lalu.

Selengkapnya Peta Zonasi Risiko di Aceh. Zona Kuning hanya Aceh Timur. Zona Merah meliputi Aceh Jaya, Aceh Besar, dan Kota Sabang. Sedangkan 19 kabupaten/kota lainnya merupakan Zona Orange, yakni memiliki risiko sedang peningkatan kasus Covid-19.

“Sebelumnya Aceh Tenggara dan Gayo Lues masih zona kuning. Kini keduanya menjadi orange. Tinggal Aceh Timur yang zona kuning. Kita berharap kondisi di Aceh Timur kian membaik dan menjadi zona hijau pada minggu depan,” harap SAG.

Kasus Covid-19

Selanjutnya SAG melaporkan penambahan kasus baru positif Covid-19 sebanyak 95 orang, sehingga secara akumulatif Covid-19 Aceh menjadi 3.126 orang, per 16 September 2020.

Rinciannya, sebanyak 2.235 orang dalam penanganan tim medis di rumah sakit rujukan atau melakukan isolasi mandiri, 776 orang dinyatakan sembuh, 115 orang meninggal dunia.

Kasus-kasus baru yang dilaporkan hari ini meliputi warga Aceh Besar sebanyak 48 orang, Banda Aceh 40 orang, Aceh Barat 2 orang, Pidie dan Kota Lhokseumawe masing-masing 1 orang. Sisanya sebanyak 3 orang merupakan warga dari luar Aceh.

Sementara pasien yang sudah sembuh berjumlah 76 orang yang meliputi warga Aceh Besar sebanyak 15 orang, Aceh Barat Daya, Sabang, Lhokseumawe, dan Subulussalam, masing-masing 9 orang.

Kemudian, warga Aceh Barat dan Gayo Lues sama-sama 6 orang. Aceh Selatan 4 orang, dan Langsa 3 orang. Pidie dan Aceh Jaya masing-masing 2 orang. Sedangkan 2 orang lainnya, 1 warga Aceh Singkil dan 1 orang lagi dari luar Aceh.

“Kita juga berduka atas meninggalnya 11 pasien Covid-19 di Aceh, yakni warga Kota Banda Aceh sebanyak 7 orang dan warga Aceh Besar sebanyak 4 orang,” ujar SAG.

Lebih lanjut ia mengatakan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah 30 orang, sehingga secara akumulasi menjadi 377 orang. Dari jumlah tersebut, 63 PDP dalam penanganan tim medis dan 299 telah sembuh dan 15 orang lainnya meninggal dunia.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh hari ini bertambah 5 orang, sehingga secara akumulatif menjadi 2.702 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.546 orang sudah selesai masa pemantauan, dan sebanyak 156 orang dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19.