Kepala BKKBN Aceh : 10 Persen Pernikahan Berakhir Dengan Perceraian

Pelatihan bagi calon pengantin sudah sangat mendesak untuk dilakukan disetiap Kantor Urusan Agama (KUA) diseluruh Aceh, hal itu melihat fenomena angka perceraian yang cenderung meningkat setiap tahunnya.

Dimana lebih dari 10 persen pernikahan berakhir dengan perceraian, dan hal itulah yang kemudian butuh perhatian bersama sehingga tidak terus berlanjut.

Hal demikian disampaikan Kepala BKKBN Aceh Muhammad Yani pada kegiatan orientasi program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bagi petugas KUA kecamatan tingkat provinsi Aceh, di Banda Aceh, Rabu (19/04).

Yani mengatakan melalui kegiatan itu, pihaknya ingin mengajak pihak yang bergerak dibidang persiapan keluarga-keluarga melalui pernikahan di provinsi Aceh. Kegiatan bersama KUA diseluruh Aceh diakui Yani merupakan bagian untuk mempersiapkan keluarga-keluarga harapan.

Meskipun dalam waktu yang sangat singkat, Ia berharap KUA bisa menyampaikan kepada calon-calon keluarga baru untuk mempersiapkan diri sejak awal.

“Persoalannya sekarang ini, kesempatan KUA untuk menyampaikan pesan-pesan sangat singkat, namun walaupun itu singkat kita berharap bisa maksimal,”ujarnya.

Yani berharap pasangan-pasangan yang akan melangsungkan pernikahan mengetahui setidaknya delapan fungsi keluarga, terutama fungsi agama, dimana karakternya dibentuk sejak dari keluarga.

“Kita berharap melalui kegiatan ini, ada pesan-pesan kita yang nanti disampaikan kepada calon pengantin,”ujarnya.

Pada kesempatan itu Yani menyampaikan, kemajuan sebuah daerah sangat ditentukan oleh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta individu-individu didalamnya. Menurut Yani, peran keluarga sangat dibutuhkan untuk tercapainya target tersebut.

“Untuk mencapai target tersbeut perlu diupayakan agar segenap anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan bekembang secara optimal, baik fisik maupun jiwanya,”imbuhnya.

Oleh karena itu Yani berharap keluarga menjadi lingkungan pertama dan utama dalam pembinaan tumbuh kembang, menanamkan nilai-nilai moral dan pembentukan kepribadian serta karakter anak.

“Hanya keluarga yang berketahanan yang akan mampu menepis pengaruh negative yang datang dari luar. Keluarga yang berketahanan dapat menjadi landasan dalam mewujudkan keluarga bahagia sejahtera,”pungkas Yani.

Sementara Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KSPK) Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh, Faridah mengatakan untuk tahapan pertama kegiatan orientasi tersebut diikuti oleh KUA dari enam kabupaten/kota, masing-masing Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, dan sabang, sedangkan untuk kabupaten/kota lainnya akan dilakukan pada tahap berikutnya.

Ia berharap melalui kegiatan itu, KUA bisa menyampaikan program kependudukan dan pembangunan keluarga secara utuh kepada calon pengantin.

“Harapan kita materi ini bisa disampaikan secara utuh kepada calon-calon pengantin, dan kita sudah koordinasi dengan Gubernur agar menyelesaikan qanun tentang pelaksanaan pelatihan bagi calon pengantin di Aceh,”ujarnya.