Lhokseumawe Inflasi Tertinggi di Indonesia

Kota Lhokseumawe mengalami inflasi tertinggi di Indonesia pada bulan Desember 2016, yang mencapai 2,25 persen.

Sementara kota pemantau inflasi lainnya di Aceh masing-masing kota Banda Aceh dan Kota Meulaboh masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,71 persen dan 0,31 persen, sehingga secara agregat, provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 1,12 persen pada Desember 2016.

Hal demikian diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Wahyudin pada kegiatan pers realis berita resmi statistik Aceh bulan Desember 2016, di kantor BPS setempat, Selasa (03/01).

Wahyudin mengatakan, sejumlah komoditi naik cukup tinggi, seperti harga ikan tongkol yang memberikan andil hingga 1 persen. Selain itu kenaikan harga beberapa jenis ikan lain, udang serta beberapa komoditi bahan makanan juga berdampak pada tingginya inflasi di kota Lhokseumawe.

Ia mengharapkan pemerintah setempat dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk melakukan pengendalian distribusi ikan di daerah tersebut, khususnya konsumsi ikan tongkol yang cukup tinggi di provinsi Aceh.

“Itu barang kali yang harus menjadi perhatian kita, karena konsumsi ikan ini cukup tinggi, karena di daerah lain juga sama meskipun tidak sebesar di Lhokseumawe, tapi kalau kita bisa kendalikan distribusinya, koordinasi antar daerah bisa mengendalikan inflasi,”ujarnya.

Sementara itu inflasi yang terjadi di kota Banda Aceh kata Wahyudin disebabkan oleh kenaikan harga pada kelompok bahan makanan yang mencapai 2,13 persen, disusul transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,15 persen.

Ia menyebutkan ada sejumlah komoditi yang mengalami kenaikan harga pada bulan Desember di kota Banda Aceh seperti ikan kembung, angkutan udara, tongkol dan cumi-cumi.

Sedangkan sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain caba merah, emas perhiasan dan telepo seluler.