Potensi Zakat Belum Tergarap Maksimal

Irwansyah

Fraksi PKS-Gerindra DPRK Banda Aceh menilai peningkatan target PAD kota Banda Aceh dari 209 Milyar pada tahun 2016 menjadi 240 Milyar pada tahun 2017 sudah melalui pertimbangan yang sangat matang, dikarenakan memang selama ini masih ada sektor-sektor potensi PAD yang belum tergarap maksimal.

Hal demikian disampaikan Ketua Fraksi PKS-Gerindra DPRK Banda Aceh Irwansyah, ST saat menyampaikan pandangan akhir Fraksi PKS-Gerindra DPRK Banda Aceh terhadap Rancangan Qanun APBK Banda Aceh tahun 2017, di DPRK setempat, Jum’at (16/12) sore.

Irwansyah mencontohkan,  PAD dari sektor zakat yang ditargetkan sebesar 18 Milyar pada tahun 2017 ini, meskipun sudah tinggi namun masih jauh dari potensi. “Kami pernah mendengar dari pakar bahwa potensi zakat di Banda Aceh ini bisa mencapai 100 Milyar jika digarap secara maksimal,”ujarnya.

Irwansyah menilai perlu kerja keras serta peningkatan SDM Baitul Mal kota Banda Aceh untuk menggarap potensi zakat di kota Banda Aceh, kemudian juga dengan meningkatkan sosialisasi serta pemahaman kepada wajib zakat atau Muzakki. “Selain itu juga potensi yang ada dari sektor parkir, pajak restoran dan hiburan, retribusi sampah dan lain sebagainya,”tambahnya.

Namun demikian Irwansyah memberikan apresiasi kepada Baitul Mal kota Banda Aceh dengan capaian penerimaan zakat yang terus meningkat setiap tahunnya, bahkan peningkatan yang telah dicapai jauh lebih baik dari daerah lainnya di provinsi Aceh.

“Kami menyampaikan apresiasi instansi terkait yang telah berupaya meningkatakan pendapatan asli daerah kota Banda Aceh,”pungkasnya.