Pemerintah Kota Banda Aceh menargetkan sebanyak lima Puskesmas di kota Banda Aceh mendapatkan sertifikat ISO hingga tahun 2017 mendatang.
Hal demikian disampaikan Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal saat peresmian UPTD Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh, Selasa (22/03).
Walikota menyebutkan sejauh ini sudah ada empat Puskesmas di Banda Aceh yang meraih sertifikat ISO, ia berharap Puskesmas Ulee Kareng yang baru saja diresmikan untuk segera diproses mendapatkan sertifikat ISO.
Apalagi dilihat dari fasilitasnya, Puskesmas Ulee Kareng dinilai sudah layak untuk mendapatkan sertfikat ISO. ”Target kita lima puskesmas sampai 2017, tapi mudah-mudahan bisa lebih. Kita rencanakan Puskesmas Ulee kareng ini, karena standarnya sudah cukup bagus, tinggal kita perbaiki manajemennya,”lanjutnya.
Illiza juga berharap agar pelayanan di Puskesmas terus ditingkatkan sehingga masyarakat semakin nyaman untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Pada kesempatan itu Walikota juga memberikan masukan kepada pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Aceh. Ia meminta agar BPJS memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, sebagaimana kemudahan yang didapat rakyat Aceh saat berlakunya Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) tahun-tahun sebelumnya.
”BPJS ini kan ada hal-hal yang perlu disempurnakan, seperti percepatan pelayanan bagi semua pihak, karena selama ini kalau nggak terdata sulit sekali mendapatkan bantuan BPJS,”ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh Media Yulizar menyebutkan selain membangun puskesmas baru seperti Puskesmas Ulee Kareng dan Puskesmas Meuraksa, pada tahun ini pihaknya juga menyelesaikan pembangunan puskesmas Lampulo dan Jaya Baru.
”Kemudian Puskesmas Kopelmas darusslam kita lakukan rehab besar. karena ISO itu mereka juga melihat mutu, standar pelayanan, misalnya IGD, pemisahan ruangan antara inspeksi dengan pelayanan untuk orang sehat seperti imunisasi dan gizi,”Ujarnya.
Ia menyebutkan empat Puskesmas yang sudah meraih sertifikat ISO masing-masing, Puskesmas Kopelmas Darussalam, Puskesmas Baiturrahman, Puskesmas Kuta Alam, dan Puskesmas Bandaraya. Pada tahun ini pihaknya akan mengusulkan Puskesmas Ulee Kareng.
Media juga menjelaskan, gedung baru Puskesmas berlantai dua yang letaknya tak jauh dari Kantor Camat Ulee Kareng ini dibangun dengan menggunakan dana Otsus sekira Rp 4,1 miliar. “Tahap pertama pembangunannya menelan biaya Rp 1,8 miliar, sementara tahap kedua Rp 2,3 miliar. Di area belakang juga dibangun tiga unit rumah dinas bagi paramedis senilai Rp 933 juta,” rinci Media.
Adapun layanan unggulan di Puskesmas Ulee Kareng antara lain persalinan, penanganan penyakit tidak menular, dan senam Lansia. Kepada perwakilan Kemenkes yang hadir, Media juga mengusulkan diadakan pelatihan layanan medis primer bagi dokter Puskesmas agar standar pelayanan kepada masyarakat juga meningkat.
Peresmian Puskesmas Ule Kareng turut dihadiri Ketua DPRK Arif Fadillah, ketua Komisi D DPRK Farid Nyak Umar bersama sejumlah anggota dewan lainnya, Wakil Walikota Zainal Arifin, Sekda Bahagia, dan sejumlah Kepala SKPK. Hadir juga Direktur Pelayanan Primer Kemenkes RI Gita Maya Komarasati dan rombongan.


