LSM Aceh Human Foundation (AHF) selaku salah satu pihak yang terlibat dalam pertemuan Kepala BIN Sutiyoso dengan Din Minimi megaku optimis pemerintah pusat tidak akan mengkhianati perjanjian dengan Kelompok bersenjata Din Minimi khususnya terkait dengan pemberian amnesti.
Hal demikian dikatakan ketua AHF Abdul Hadi Abidin alias Adi Maros.
Meskipun demikian Adi Maros mengakui pemberian amnesti tidak semudah membalikkan telapan tangan, akan tetapi niat baik Din Minimi menyerahkan diri serta menyerahkan senjata kepada Kepala BIN diharapkan menjadi pertimbangan.
“Apalagi Pak Sutiyoso menjemput Din Minimi itu atas nama Pemerintah Pusat, jadi tipis kemungkinan pemerintah berkhianat kepada anak bangsa yang telah sadar dan kembali kepangkuan NKRI dengan penuh kesadaran bahkan menyerahkan senjatanya,”ujar Adi Maros.
Sementara itu terkait adanya pendapat dan komentar sejumlah pengamat dan politisi bahwa Din Minimi tidak berhak mendapatkan Amnesti, pihaknya menerima dengan lapang dada, pihaknya tetap meyakini apa yang sudah dijanjikan Kepala BIN akan terwujud.
“Saya berharap agar amnesti ini bisa segera terwujud sehingga Din Minimi bisa kembali hidup normal dengan keluarganya,”lanjut Adi.


