Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Irwansyah, mendesak Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mempercepat penataan Simpang Tujuh Ulee Kareng Banda Aceh.
Irwansyah mendorong Pemko Banda Aceh untuk segera melakukan langkah-langkah strategis dan aktif untuk mempercepat perluasan Simpang Tujuh Ulee Kareng, terutama terkait pembebasan lahan.
”Kita harap penataan Ulee Kareng dipercepat, baik pelabaran jalan maupun penataan simpang tujuhnya, karena kita mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat,” lanjutnya.
Menurut Irwansyah, Pemko Banda Aceh bisa meminta dana sharing baik dari Pemerintah Aceh bahkan Kementrian, karena diakui Irwansyah, salah satu penyebab belum terlaksananya perluasan Simpang Tujuh Ulee Kareng karena terkendala dana. Ia meminta Bappeda dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengkoordinir proses percepatan penataan Simpang Tujuh Ulee Kareng.
”Sekarang mungkin persoalannya pada pembebasan lahan, karena memang butuh dana yang sangat besar, akan tetapi ini adalah kebutuhan publik yang harus disegerakan,” ujarnya.
Ketua Fraksi PKS-Gerindra DPRK Banda Aceh itu menyebutkan, penambahan volume kendaraan yang tidak barengi dengan perluasan jalan semakin memperparah kemacetan dikawasan itu, khususnya pada waktu-waktu jam sibuk, pagi dan sore hari.
”Begitu juga dengan kondisi pertokoan di daerah itu agar disesuaikan dengan izin IMB, karena banyak yang sudah menjorok kedepan, kalau memang tidak sesuai maka agar ditertibkan atau disampaikan kepada pemilik toko secara persuasif,” Pungkas Irwansyah.


