Hadapi MEA, Wartawan Aceh Ditantang Kuasai Tiga Bahasa Asing

Pada tahun 2016 mendatang diharapkan ada kursus bahasa asing yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh.

Hal itu dinilai sangat penting untuk meningkatkan kapasitas wartawan dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Hal demikian disampaikan Ketua PWI Aceh Tarmilin Usman pada pembukaan Seminar dan Lokakarya Jusnalistik PWI Aceh 2015 terkait kesiapan Pers Aceh menghadapi MEA, di Banda Aceh, Sabtu (19/12).

Tarmilin mengingatkan pentingnya pers Aceh untuk meningkatkan kapasitasnya baik bahasa maupun pengetahuan lain agar siap bersaing dalam rangka menghadapi MEA. Menurut Tarminlin, setidaknya wartawan di Aceh harus mampu menguasai tiga bahasa asing, yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan Bahasa Mandari, “Apakah Wartawan di Aceh siap menghadapi MEA?, maka sangat ingatkan pendidikan itu sangat penting, terutama bahasa,”ujarnya.

Sementara itu Ketua Panitia yang juga sekretaris PWI Aceh Aldin Nl menyebutkan kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut untuk meningkatkan kapasitas wartawan, khususnya dalam membuat berita-berita ekonomi.

Aldin mengingatkan agar wartawan dan media di Aceh mampu menghadirkan berita-berita yang positif bagi masyarakat.

“Wartawan dan media agar memberikan pencerdasan kepada masyarakat terkait apa itu MEA dan apa yang harus dipersiapkan untuk menghadapinya,”ujar Aldin.

Aldin menambahkan, kegiatan seminar dan lokakarya tersebut berlangsung selama dua hari diikuti oleh 100 wartawan dari berbaga media di seluruh Aceh baik media cetak, elektronik, media online dan media radio.

Ditempat yang sama, Wakil ketua DPR Aceh Teuku Irwan Johan saat membuka kegiatan menyampaikan komitmennya untuk membantu alokasi anggaran untuk kebutuhan peningkatan kapasitas wartawan di Aceh.

“Pada tahun 2016 mendatang kita juga berupaya agar ada alokasi anggaran untuk meningkatkan kapasitas wartawan,”ujar Irwan.