PLN Aceh Jamin Listrik untuk Investor

PT . PLN Persero wilayah Aceh memberikan jaminan ketersediaan energi listrik bagi investor yang ingin berinvestasi di Aceh.

Pasalnya salah satu faktor yang menghambat datangnya investor ke Aceh adalah persoalan listrik yang tidak mencukupi.

Hal demikian diungkapkan GM PT PLN wilayah Aceh Bob Syahril pada FGD subsidi listrik tepat sasaran di Banda Aceh, Kamis (15/10).

Syahril mengklaim tidak ada lag persoalan listrik bagi dunia industry yang ingin berbisnis di Aceh, berapapun kebutuhannya akan sanggup dipenuhi oleh PT PLN. Apalagi saat ini akan banyak pembangunan pembangkit listrik disejumlah daerah di Aceh.

Menurut Syahril suplai listrik Aceh yang hingga saat ini masih dari Sumatera utara tidak menjadi persoalan asalkan mencukupi, pihaknya telah menyusun rencana pengembangan system kelistrikan di Aceh sampai tahun 2020 dengan target PLN Aceh gemilang pada tahun 2020.

Ia menyebutkan saat ini rasio ketersambungan listrik di Aceh sudah mencapai 92 persen, hanya daerah-daerah kepulauan saja yang hingga saat masih ada yang belum terjangkau listrik, namun pada tahun ini pemerintah pusat memberikan bantuan untuk memenuhi listrik di daerah kepulauan.

“Kita kalau lihat persentase tadi energy kita sudah cukup, tranmisinya tidak melalu harus bangun di Aceh. Silahkan investasi kami jamin listriknya cukup, ini kabarnya ada investasi pembangunan pabrik semen di Pidie dan kami siap untuk listriknya, berapapun butuh akan kami layani,”ujarnya optimis.

Pada kesempatan itu Syahril menjelaskan terkait masih adanya penerima subsidi litrik yang sebenarnya tidak layak menerima subsidi, menurut survey yang dilakukan oleh PLN Rayon Merduati pada 9 Oktober 2015 lalu, masih banyak ditemukan rumah-rumah penduduk yang tidak layak menerima subsidi namun masih menikmati listrik subsidi.

Selain itu pihaknya juga menemukan adanya penerima subsidi yang tidak tepat seperti pegawai BUMN dan Pegawai negeri golongan III.

PLN, diakuinya akan mendata kembali golongan-golongan mampu yang tidak perlu lagi disubsidi lsitrik, oleh karena itu pihaknya membutuhkan dukungan semua pihak.

Pada kesempatan itu Syahril juga menyebutkan terkait tingginya tunggakan listrik di Aceh yang mencapai 67 milyar.

“Terbanyaknya dari masyarakat umum, kita sudah bertemu MPU , karena ini adalah utang yang harus dibayar,”ujarnya lagi.

Selain itu ia juga mengakui tingginya penyalahgunaan listrik di daerah Aceh yang mencapai 14 persen lebih, ia mengingatkan masyarakat, penyalahgunaan listrik justru membahayakan masyarakat itu sendiri.

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads