Perbanyak Amal Salih dan Jauhi Maksiat di Bulan Muharram

Umat Islam dimanapun berada baru saja memasuki tahun baru 1 Muharram 1437 H. Allah Swt telah menjadikan Muharram sebagai bulan mulia dan menjadikannya sebagai salah satu bulan haram (yang disucikan).

Pada Muharram sebagai bulan pertama dalam tahun hijriah, juga disuruh untuk memperbanyak perbuatan amal salih dan larangan untuk melakukan perbuatan maksiat lebih ditekankan dari bulan lainnya dikarenakan mulianya bulan tersebut.

Demikian disampaikan Syekh Zul Anshary, Lc (Pimpinan Dayah Baitul Arqam Sibreh, Aceh Besar) saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke, Rabu (14/10) malam dengan tema: “Hijrah Kepada Allah dan Rasul-Nya‎”.

“Allah menjadikannya sebagai bulan suci mengagungkan kemulian-kemuliannya, menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan tersebut lebih besar dari bulan-bulan lainnya serta memberikan pahala yang lebih besar dengan amalan-amalan shalih,” ‎ujar Zul Anshary.

Mengingat besarnya pahala yang diberikan oleh Allah melebihi bulan selainnya, hendaknya kita memperbanyak amalan-amalan ketaatan kepada Allah pada bulan Muharram ini dengan membaca Al Qur’an, berzikir, sedekah, puasa dan amal shalih lainnya.

Selain memperbanyak amalan ketaatan, tak lupa untuk berusaha menjauhi maksiat kepada Allah dikarenakan dosa pada bulan-bulan haram lebih besar dibanding dengan dosa-dosa selain bulan haram.

“Sesungguhnya kezaliman pada bulan Muharam lebih besar kesalahan dan dosanya daripada kezaliman yang dilakukan di luar bulan tersebut,” terangnya.

Terkait dengan puasa di bulan Muharram, ungkap Syekh Zul, setahun sebelum Nabi SAW wafat, beliau bertekad untuk tidak berpuasa hari ‘Asyuro (10 Muharram) saja, tetapi beliau menambahkan puasa pada hari sebelumnya dan sesudahnya yaitu (9 dan 11 Muharram) dalam rangka menyelisihi puasanya orang Yahudi Ahli Kitab.

Ustaz Zul Anshary yang juga Pengurus Wilayah Muhammadiyah Aceh ini juga mengajak umat Islam memanfaatkan momentum 1 Muharram untuk berhijrah sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya, yaitu hijrah karena motivasi agama dan memperjuangkan tegaknya syariat Islam di tengah-tengah umat.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads