Presiden Joko Widodo direncanakan akan membuka Pekan Inovasi Perkembangan desa/kelurahan I dan Gelar teknologi tepat guna (TTG) Nasional ke XVII yang diselenggarakan di Banda Aceh pada 8 oktober 2015.
Namun sejauh ini belum diperoleh informasi terkait kepastian kehadiran Presiden Jokowi.
Hal demikian disampaikan Assiten III Pemerintah Aceh Muzakar Agani pada konferensi pers persiapan pelaksanaan Pekan Inovasi Perkembangan desa/kelurahan I dan Gelar teknologi tepat guna (TTG) Nasional ke XVII yang diselenggarakan di Stadion Lhoong Raya Banda Aceh pada 7-12 Oktober 2015.
Muzakar mengatakan pelaksanaan PIN desa itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang perkembangan dan kemajuan administrasi pemerintah desa, pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa guna mewujdukan kesejahtraan rakyat dan kemandirian desa.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat dalam memperoleh informasi yang berkaitan dengan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masayarakat desa.
”Direncanakan akan dibuka oleh bapak Presiden Republik Indonesia, tapi kita masih menunggu kepastiannya,”lanjutnya.
Muzakar mengatakan pada even TTG sendiri, Aceh akan menampilkan produk-produk unggulan yang sudah terpilih seperti mesin atau alat menghemat BBM hasil karya siswa SMK Takengon serta Pos Pelayanan Teknologi di Pidie.
Pada kegiatan itu juga akan diserahkan sejumlah penghargaan bagi juara-juara inovasi oleh Kementrian Dalam Negeri serta penyerahan KUR kepada perwakilan masyarakat Aceh oleh gubernur Aceh.
Sementara itu kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Aceh Zulkifli mengakui kegiatan tersebut akan dihadiri lebih dari enam ribu orang dari seluruh Indonesia.
Akibatnya panitia kewalahan untuk mencari penginapan, semua hotel dan wisma sudah penuh dengan tamu yang sudah berdatangan dari seluruh Indonesia. Panitia terpaksa mencari penginapan berupa rumah-rumah warga yang dinilai layak untuk menginapkan tamu-tamu tersebut.
”Semua hotel dan wisma baik di banda Aceh maupun Aceh Besar sudah penuh, ini juga bagus untuk perputaran ekonomi masyarakat kita,”lanjutnya.
Ia menjelaskan peserta dari kedua even tersebut antara lain Kementrian lembaga pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota dari seluruh Indonesia, BUMN dan BUMD serta Perguruan Tinggi. Adv


