Dirlantas Polda Aceh Diganti

Dirlantas Polda Aceh Kombes Samsul Bahri

Tiga pejabat di lingkungan Polda Aceh diganti dan diserahterimakan. Acara sertijab tersebut dipimpin Kapolda Irjen Pol Husein Hamidi dan disaksikan sejumlah pejabat teras Polda Aceh lainnya di ruang lobi Mapolda, Senin (25/5).

Ketiga pejabat yang diganti dan diserahterimakan tersebut adalah Dir Binmas dari Kombes Pol Agus Nugroho kepada Kombes Pol Bambang Ramelan yang sebelumnya  Kasat Brimob Polda Banten. Sedangkan Kombes Agus Nugroho memasuki masa pensiun.

Dirlantas Polda Aceh diserahkan kepada Kombes Pol Kilat Purwoyudo yang sebelumnya bertugas di Korlantas Mabes Polri, menggantikan Kombes Pol Samsul Bahri yang akan mengikuti pendidikan perwira tinggi di Jakarta.

Sedangkan jabatan Kapolres Aceh Tamiang diserahterimakan dari AKBP Dicky Sondani kepada AKBP Yoga Prasetyo yang sebelumnya menjabat Kabag Pengendalian Personil (Dapers) Polda Aceh. AKBP Yoga bukanlah orang baru di Aceh Tamiang, sebab sebelumnya pada tahun 2012 pernah menjabat Wakapolres setempat.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi dalam amanatnya mengatakan, di era globalisasi dan transparansi saat ini, masyarakat telah berkembang dan semakin cerdas serta kritis dalam melihat semua masalah sosial.

Masyarakat juga memiliki harapan yang semakin tinggi terhadap institusi Polri. Untuk dapat merespon semua harapan tersebut, harus dilakukan tampilan kinerja yang lebih transparan, profesional, dan akuntabel dalam menjalankan tugas.

Oleh karena itu, Kapolda mengingatkan para personel Polda Aceh untuk menjaga kehormatan institusi melalui komitmen, integritas, kewajiban, dan tanggung jawab dengan sungguh–sungguh dan terus bangun soliditas institusi serta kembangkan jaringan kemitraan yang harmonis dengan instansi terkait lainnya agar tercipta iklim organisasi yang semakin sejuk. “Dengan begitu, kita dapat menampilkan performa kinerja yang semakin baik dan produktif,” ujarnya.

Dikatakan, mencermati kondisi kekinian, Polri menetapkan visi, misi, dan program prioritas. Di antaranya penetapan pembinaan personel, penataan kelembagaan, peningkatan budaya anti korupsi, peningkatan profesionalisme Polri, peningkatan kesehatan Polri, dan peningkatan perlindungan terhadap warga negara.

Lalu, membangun partisipasi publik dalam pengawasan lingkungan, mengintensifkan sinergi polisional, penegakan hukum profesional, persiapan pilkada serentak dan kontijensi, penguatan pengawasan Polri, dan quick wins. “Saya berharap para pejabat yang baru, segera meningkatkan performa kinerja di satuan masing-masing,” kata Kapolda.

Hal itu bisa dilakukan dengan mengacu kepada program yang telah ditetapkan serta bekerja secara profesional, sehingga kehadiran Polri benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan organisasi. (analisa)