Tingkatkan Mutu Kerja, PSW Gelar Pelatihan Dengan Metode FPAR

IAIN Ar-Raniry Banda Aceh/google

Dalam meningkatkan mutu kerja aktivis, Pusat Studi Wanita (PSW) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggelar Pelatihan Metode Feminist Participatory Action Research (FPAR) untuk aktivis perempuan, 21-23 Januari 2014 di Aula Rektor lantai 3 kampus setempat.

Ketua PSW UIN Ar-Raniry Rasyidah, M.Ag disela-sela Pembukaan (21/1) mengatakan Pelatihan ini dilaksanakan agar peserta yang terdiri dari peneliti dapat melakukan penelitian dengan cara yang Feminis.

“ Harapan PSW, bagaimana melalui training ini, kerja-kerja aktivis di masyarakat dapat bersinergi dengan kualifikasi akademik, sehingga dapat berkontribusi lebih luas,” ujar Rasyidah.

Dia menambahkan, pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari, jumlah peserta 30 orang, perwakilan dari Balai Syura Ureung Inoeng Aceh, Kualisi Perempuan Indonesia, Flower Aceh, LBH Apik, Pulih Aceh, PSW UIN Ar-Raniry, dan beberapa perwakilan lembaga lainnya.

Ketua Pelaksana Khairani, menyampaikan terima kasih kepada donator yang setia bekerjasama dengan PWS, kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama dengan BSUIA dan UN Women, ini merupakan kegiatan utama PSW.

Panitia mengadirkan dua pemateri, yaitu Eka Sri Mulyani, Ph.D dan Rasyidah, M.Ag, pelatihan akan difasilitasi oleh Dr. Analiansyah dan T. Lembong Misbah. Kata Khairani

Sementara Wakil Rektor III Drs. Sofyan Ibrahim, MA mengaharapkan kepada PSW untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya membangun, “ kami menyambut baik kegiatan ini, dalam ini kami sampaikan bahwa kita sangat membutuhkan peneliti-peneliti yang kaya pengetahuan”.

Warek III menambahkan, peran perempuan dapat mendominasi disemua tempat, perempuan tidak hanya aktif di kegiatan pusat studi wanita saja, juga diharapkan berperan aktif di pusat-pusat studi lainnya.

“Ke depan perempuan harus berperan aktif, jika perempuan akan memegang peran di lembaga-lembaga penting nantinya, itu bukan karena untuk memnuhi kouta saja, tapi dia dipercaya karena memiliki kemampuan dan kapasitas dibidangnya, karena itu yang menjadi tanggungjawab saat ia bekerja, papar Sofyan.