Bandar Publishing Gelar Bazar Buku

Bazar Buku Di Dayah Jeumala Amal/Salman Iqbal

Penerbit Serambi Ilmu Semesta Jakarta Cabang Sumatera Utara bekerjasama dengan penerbit Bandar Publishing menggelar bazaar buku selama sepuluh hari mulai Selasa (12/11) hingga Kamis (21/11/2013).

Bazaar buku tersebut digelar di parkiran Toko Bandar Buku yang beralamat di Jalan Teuku Nyak Arif No. 18 Lamnyong, Banda Aceh.

“Ini program kerjasama yang kedua kami lakukan di Banda Aceh, yang dikelola oleh kawan-kawan di Banda Aceh, kami mengirim 500-1000 judul buku sebagai wujud menghadirkan buku yang murah dan berkualitas untuk warga kota Banda Aceh” kata Kepala Cabang Sumut, penerbit Serambi Ilmu Semesta, Wahyu Budi Atmoko (11/11) di Banda Aceh.

Menurut Wahyu, program serupa pernah dilakukan di lokasi serupa pada bulan Maret 2013 lalu. Dari itu, kami melihat warga Banda Aceh butuh buku-buku berbasis keislaman, politik, kesehatan, ekonomi, anak-anak, dan sejumlah topik lainnya.

Bandar Publishing sebagai mitra di Aceh kata wahyu, akan terus di dukung untuk menghadirkan program penyediaan buku-buku murah dan berkualitas langsung dari penerbitnya supaya akan membawa kemaslahatan warga kota dalam memperoleh bahan bacaan.

Menurut Wahyu, penerbitnya akan memberikan diskon dalam bazaar ini sampai 30 persen. ”Khusus bazaar kali ini Penerbit Serambi Semesta Ilmu menyediakan buku dengan diskon sampai dengan 30 persen dari harga normalnya” lanjut Wahyu. Harga buku dalam bazaar kali ini bervariasi, mulai dari 10 ribu, 20 ribu sampai 70 ribu. Bazaar ini dikonsepkan secara sederhana, karena buku yang disediakan pihak penerbit hanya 500-1000 judul.

Dilokasi Bazaar, akan hadir juga harga diskon buku-buku tema keacehan terbitan Bandar Publishing dan penerbit lainnya. Seperti buku seri disertasi Dr Otto Syamsuddin Ishak Aceh Paska Konflik Kontestasi 3 varian Nasionalisme, Wahdatul Wujudu, Aceh Dimata Dunia, Aceh Dimata Urang Sunda, Hasan Tiro Unfinished Story, Tasawuf Aceh, Membedah Sejarah Aceh, Merajam Dalil Syariat, Peh Tem, Pendidikan Dayah Mulai Hilang Identitas di Aceh, Kitab Kuning, Politik Diaspora Aceh.