Pembantaian Di Mesir, Ormas Islam Di Aceh Surati SBY

Dalam kondisi gejolak politik di Mesir yang semakin tidak menentu dan korban pembantaian oleh militer Mesir yang semakin bertambah, Aliansi Ormas Islam Aceh dalam rapat di Mesjid Al-Makmur Lampriet, Banda Aceh, (Ahad/18/82013), menyepakati untuk mengirim surat desakan kepada Presiden RI untuk mengambil sikap tegas.

Surat tersebut juga ditembuskan ke seluruh Gubernur Se-Indonesia dan juga ke lembaga-lembaga di Aceh, seperti DPRA, MPU, MAA dan lain-lain. Salah satu poin isi surat tersebut adalah agar presiden SBY mendesak Pemerintahan Militer Mesir untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dalam menyelesaikan konflik di Negara tersebut.

“Ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap apa yang terjadi di Mesir,” tandas Tgk Hasanuddin Yusuf Adan, ketua Dewan Dakwah Aceh (lampiran surat ke SBY).

Selain itu, dalam pertemuan para perwakilan ormas Islam tersebut juga disepakati untuk melakukan Aksi Solidaritas Mesir pada hari Selasa, 20 Agustus 2013 mendatang di Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Aksi ini akan diisi dengan orasi dan juga dilanjutkan do’a sekaligus pencanangan pembacaaan Qunut Nazilah dalam setiap shalat wajib baik personal maupun berjamaah,” ujar M. Yusran Hadi,  Ketua Majlis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh, salah satu pimpinan ormas Islam yang hadir.

Dalam kesempatan itu, ormas Islam kompak menghimbau kepada seluruh rakyat Aceh guna melakukan Qunut Nazilah demi kedamaian dan ketentraman ummat Islam di Mesir. “Selain sudah membentuk Posko responsif Mesir jilid II, kita juga sudah membagikan selebaran berisi Do’a Qunut Nazilah untuk Mesir ke mesjid-mesjid dan mushalla/meunasah di Banda Aceh dan Aceh Besar, juga ke seluruh Aceh melalui pengurus cabang untuk dibacakan selalu dalam setiap shalat ummat Islam Aceh baik shalat personal maupun berjamaah,” pungkas Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, M. Fadhil Rahmi.

Untuk diketahui, Qunut Nazilah adalah doa yang diucapkan untuk menolak kezaliman musuh-musuh Islam dan menghindarkan diri dari berbagai fitnah serta musibah. Doa Qunut diucapkan pada setiap shalat fardhu, yaitu ketika I’tidal setelah ruku’ pada rakaat terakhir.  “Qunut Nazilah adalah suatu hal yang disyariatkan dan amat disunnahkan ketika terjadi musibah dan kezaliman. MPU perlu menyerukan pembacaan qunut nazilah di seluruh Aceh,” tambah Tgk . Nasruddin, Ketua BKPRMI Aceh.

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads