BBM Naik, Inflasi Aceh Tinggi

Kepala BPS Aceh Hermanto menyampaikan laporan statistik bulanan di dampingi kadis pertanian Aceh Razali/Salman iqbal

Kenaikan harga BBM subsidi khususnya premium pada pertengahan Juni 2013 lalu menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap inflasi di provinsi Aceh.

Pada bulan Juni 2013 Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 1,23 persen atau lebih tinggi dari inflasi nasional yang besarannya 1,03 persen.

Sementara itu dua kota pemantau inflasi di provinsi Aceh kota Banda Aceh dan kota Lhokseumawe masing-masing 1,75 persen dan 0,70 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Hermanto mengatakan komoditas yang memberikan andil tinggi terhadap inflasi Aceh antara lain, tongkol, bensin, bandeng, udang basah, beras dan rokok.

“Inflasi yang terjadi di Banda Aceh disebabkan oleh kenaikan pada kelompok bahan makanan, kemudian kelompok traspor, komunikasi dan jasa keuangan, ini pengaruhnya dari kenaikan harga BBM”lanjutnya.

Hermanto menambahkan ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada juni lalu, antara lain, apel, jeruk dan emas perhiasan.

Hermanto menjelaskan laju inflasi Aceh year on year atau Juni 2013 terhadap Juni 2012 untuk kota Banda Aceh 3,26 persen, kota Lhokseumawe 3,66 persen dan Aceh 3,46 persen.

“Kalau kita lihat dari 16 kota di sumatera seluruhnya mengalami inflasi, tertinggi di kota sibolga dan terendah di kota Lhokseumawe”pungkasnya.