Perempuan Aceh Kurang Berperan Dalam Pembangunan

Pelantikan Laskar Tjut Nyak Dhien/Salman Iqbal

Ada sejumlah faktor yang membuat perempuan Aceh kurang berperan dalam pembangunan daerah, faktor-faktor itu juga disebabkan oleh Ketidakpedulian perempuan terhadap peningkatan kapasitasnya.

Hal demikian dikatakan Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam amanatnya yang dibacakan Assiten II Setda Aceh Teuku Sayed Mustafa pada Deklarasi dan Pelantikan pengurus Laskar Tjut Nyak Dhien, Kamis (20/06/2013), di Anjong Mon Mata Banda Aceh.

Zaini mengatakan faktor-faktor yang menghambat da butuh paerhatian perempuan itu antara lain Adanya kesenjangan gender dalam hal akses, manfaat dan partisipasi dalam pembangunan serta penguasaan terhadap sumber daya, terutama pada tatanan antar provinsi dan antar Kabupaten/Kota, kemudian Rendahnya peran dan partisipasi perempuan di bidang politik, Jabatan Publik dan bidang ekonomi.

“kita bisa lihat dari keterwakilan perempuan Aceh di parlemen saat ini. Di DPRA misalnya, dari 69 anggota legislatifnya, hanya 4 orang perempuan. Sedangkan di seluruh DPRK di 23 Kabupaten/kota, dari 645 kursi tersedia, hanya 45 kursi dimiliki perempuan atau 6,8 persen”

Zaini menambahkan butuh peran aktif dari tokoh-tokoh perempuan Aceh untuk menghilangkan paradigma tersebut salah satunya dengan lahirnya Laskar Tjut Nyak Dhien, “hambatan itu sudah selayaknya kita hancurkan, sebab di  era modern ini, sudah tidak jamannya lagi perempuan diidentikkan dengan sumur, dapur dan kasur”.

Zaini meminta Laskar Tjut Nyak Dhien untuk segera melakukan evaluasi tentang kondisi perempuan Aceh saat ini, untuk kemudian menyusun program yang selaras dengan kebutuhan.  Menurut Zaini Ada dua program inti yang harus dilaksanakan, pertama;  menghancurkan pencitraan yang menganggap perempuan kalah dibanding laki-laki, dan kedua; meningkatkan kapasitas perempuan agar punya ketampilan dan daya saing yang tinggi.

“saya percaya, perempuan Aceh akan bisa bangkit dari tidur panjangnya. Dan ke depan, Perempuan Aceh harus bisa tampil sebagai pemimpin, sebagaimana yang diperlihatkan oleh Tjut Nyak Dhien di masa lalu”pungkasnya.