Zaini AbdullahTarget Kemiskinan Aceh Tinggal 9 Persen pada 2017

Gubernur Aceh Zaini Abdullah bersama ketua DPR Aceh Hasbi Abdullah pada Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan/salman iqbal

Pemerintah Aceh dibawah kepemimpinan Gubernur  Zaini Abdullah menargetkan angka kemiskinan di Aceh tersisa 9,8 persen di akhir kepemimpinannya pada tahun 2017 nanti.

Saat ini angka kemikinan Aceh masih berada pada angka 19,46 persen dan tahun ini ditargetkan turun 2 persen.

Hal demikian disampaikan Kepala Bapeda Aceh Abubakar Karim pada Rapat  Koordinasi Strategi Penanggulangan kemiskinan, Rabu, 10 April 2013 di Banda Aceh.

Abubakar Karim mengatakan Untuk mencapai target tersebut pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran untuk pengentasan kemiskinan hingga 6 T untuk masa lima tahun, menurutnya angka kemiskinan di Aceh sangat komplit, mulai dari sektor kesehatan, sektor pendidikan dan sektor perumahan .

Abubakar mengklaim penurunan angka kemiskinan secara drastis itu sangat mungkin dilakukan karena hal itu sudah menjadi komitmen dari pemerintah Aceh untuk lima tahun kedepan, ia mencontohkan pada tahun 2007 angka kemiskinan di Aceh mencapai 32 persen, dan setiap tahunnya mengalami penurunan hingga berada pada angka 19 persen pada tahun 2012.

“lima tahun lalu aceh berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga 13 persen, lima tahun kedepan kita target turun 9 persen, ini tinggal kita bagi saja dalam lima tahun  tahun, dan ini sangat mungkin tercapai”lanjutnya.

Abubakar menambahkan dari 19,46 persen angka kemiskinan Aceh, sebesar 70 persenya berada di pedesaan dan 30 persen di perkotaan, sehingga untuk mengentaskan itu pemerintah harus menghidupkan industri kecil menangah.

Menurut Abubakar fokus pengentesan kemiskinan di Aceh berada di daerah-daerah yang paling banyak penduduknya seperti kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur, Bireun dan Pidie, meskipun Gubernur Aceh tetap meminta adanya perhatian khusus bagi daerah-daerah yang angka kemiskinannya masih sangat tinggi atau berada diatas rata-rata angka kemiskinan Aceh, seperti Kabupaten Bener Meriah, Aceh Singkil, Gayo Lues dan Simeulu.