Obat Langka Di Sabang

Partai Keadilan Sejahtera Kota (PKS) Sabang menilai kelangkaan obat di Sabang sudah sangat meresahkan masyarakat, program JKA sama sekali tidak maksimal di rasakan oleh masyarakat karena ketersediaan obat-obatan yang tidak memadai.

“Kami mendesak pemerintah kota Sabang untuk menindak tegas penyebab kelangkaan obat, dan segera memanggil PT.Askes untuk meminta laporan terkait dengan pelayanan ASKES dan JKA di kota Sabang, jika memang terjadi masalah pada sarana penyedia obat maka harus dilakukan tindakan cepat agar kembali dapat menjamin ketersediaan obat,” ujar Zuanda Ketua PKS Sabang Jumat (5/4/2013).

Menurutnya jika hal ini tidak segera di tangani maka akan dialami kerugian yang amat besar oleh masyarakat dikarenakan pemerintah melalui PT.ASKES tidak mampu memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat sebagaimana sudah diprogramkan“Harapan kami tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh akan ketersediaan obat-obatan sehingga kembali harus merogoh kantong di karenakan obat-obat dalam DPHO PT.ASKES tidak tersedia,” tambahnya.

Menurut Zuanda, beberapa bulan terakhir, Pasien JKA di Kota Sabang diresahkan oleh kelangkaan obat-obatan, hal ini ditemukan saat pasien mengklaim resep dokter di apotek yang ditunjuk oleh PT.ASKES kota Sabang, banyak obat-obat yang disarankan oleh dokter tidak tersedia di apotek tersebut, walhasil pasien yang nota bene masyarakat kurang mampu harus membeli obat sejenis namun tidak masuk dalam DPHO (Daftar Plafon Harga Obat) PT.ASKES, sehingga pelayanan JKA di Sabang kurang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia juga memperkirakan bahwa fenomena tersendatnya obat-obatan yang masuk dalam DPHO mungkin saja dikarenakan stocking obat yang kurang atau alur penyediaan obat yang lambat sehingga menghambat ketersediaan obat.

“Hal ini sangat merugikan masyarakat, dikarenakan pemerintah melalui program JKA sudah menjamin bahwa setiap rakyat Aceh berhak atas pelayanan kesehatan gratis dan prima, sehingga harapannya tidak ada lagi masyarakat yang tidak mampu berobat atau kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan,” demikian Zuanda.