Belum Ada Hasil Maksimal dari IMT-GT

Pemerintah Indonesia, khususnya provinsi Aceh belum memperoleh hasil maksimal dari kerja sama tiga negara Asean, Indonesia –Malaysia dan Thailand Growth Triangle atau IMT-GT. Sedangkan Malaysia dan Thailand sudah memperoleh hasil dari kerja sama tersebut.

Hal demikian dikatakan Kepala Badan Promosi dan Investasi Aceh, Anwar Muhammad pada rapat koordinasi dunia usaha dalam rangka optimalisasi kerjasama IMT-GT di Banda Aceh. Anwar mengatakan tidak maksimalnya hasil yang diperoleh Aceh disebabkan, sejak di deklarasikannya IMT-GT tahun 1993, Aceh masih berada dalam keadaan konflik, namun pasca perdamaian tahun 2005 lalu, kondisi dunia usaha di Aceh perlahan mulai Membaik.

Menurut Anwar melalui forum itu kesempatan emas bagi Aceh untuk mengenalkan komoditas unggulan dan produk-produk yang akan ditawarkan kepada seluruh kawasan kerja sama IMT-GT.

“kalau di Aceh mungkin tidak perlu diceritakan lagi, dulu banyak perusahaan yang mau masuk, namun konflik membuat mereka lari, namun sekrang kondisi sudah baik dan regulasi tidak ada masalah lagi.” ungkapnya.

Kerja sama IMT-GT berdiri pada pertemuan tingkat menteri di Langkawi, Malaysia, pertengahan 1993. Dengan kerja sama itu peluang investasi terbuka di kawasan regulasi IMT-GT. Di Indonesia, kawasan pertumbuhan IMT-GT terdiri dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Kepulauan Riau dan Lampung. Sementara itu Malaysia, delapan negara bagian , Sedangkan Thailand delapan Provinsi.

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads