Anak Punk Balik Serang Satpol PP dan WH

Seorang Anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah ( Satpol PP dan WH ) Provinsi Aceh atas nama Andriansyah terluka setelah diserang oleh anak punk senin (7/2) malam dikawasan Lampineung Kota Banda Aceh, penyerangan itu dipicu operasi operasi penertiban anak punk minggu (6/2) dini hari lalu.

Andriansyah mengakui ia diserang oleh sekitar tujuh orang anak punk sepulangnya dari Rumah Sakit Umum Zainal Abidin untuk menjenguk keluarga yang lagi sakit, namun tiba-tiba tujuh orang anak punk menyerangnya dengan benda-benda tajam yang mengakibatkan luka dibagian dada, namun karena perlawanan yang tidak seimbang ia pun melarikan diri dalam keadaan terluka.

“Disamping Stadion Lampineung itu mereka menyerang saya dengan senjata tajam, karena saya sendiri saya berusaha kabur, tapi kena sabet di dada,” katanya.

Sementara itu kasi penyidikan dan penindakan WH Provinsi Aceh, Marzuki M Ali mengatakan 7 dari 15 anak punk yang ditangkap dalam razia Minggu (6/2) dini hari lalu masih ditahan, sedangkan delapan lainnya sudah diserahkan kepada orang tuanya masing-masing setelah rambutnya dicukur.

“Jadi kami himabau keluarganya untuk segera anaknya yang masih kami tahan, karena kami juga perlu mengingatkan para orang tuanya, anak punk sekarang sudah mulai meresahkan masyarakat Kota Banda Aceh khususnya,” katanya.

Marzuki menambahkan akibat dari oprasi gabungan Satpol PP – WH, Polisi dan TNI pada Minggu lalu anak punk balik menyerang anggotanya, sehingga satu orang anggotanya terluka.

Menurut marzuki akhir-akhir ini anak punk semakin merasahkan seperti kasus perampokan , tawuran dan mengganggu ketertiban umum, mereka biasanya mangkal di Blang Padang, Taman Sari dan Lapangan Lhoong Raya Banda Aceh. (im)

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads