Harga Cabai Merah Kembali Naik di Banda Aceh

Harga cabai merah di sejumlah pasar Banda Aceh terus naik dalam sepekan terakhir. Bahkan, Rabu (05/01) kemarin, sudah tembus pada kisaran Rp 55.000-Rp 60.000/kg di tingkat pedagang eceran. Lonjakan harga terjadi akibat penurunan produksi seiring buruknya cuaca di Banda Aceh dalam sepekan terakhir.

Ikbal, pedagang sayur-sayuran dan bumbu penyedap di Pasar Ulee Kareng, Banda Aceh yang ditanyai Antero mengakui bahwa dalam sepekan terakhir harga cabai merah terus naik cukup signifikan.

“Saat ini lebih banyak permintaan daripada barang yang tersedia. Lonjakan harga yang paling tinggi terjadi mulai setelah Natal dan Tahun Baru 2011” katanya.

Ikbal menambahkan akhir pekan lalu harga cabai merah sempat bertahan pada angka Rp 45.000/kg. Tapi itu tak bertahan lama. Begitu memasuki awal pekan ini, harganya kembali naik menjadi Rp 50.000/kg, hingga saat ini harganya mencapai Rp 55.000 hingga Rp 60.000/kg.

Menurutnya kenaikan harga cabai yang cukup tajam ini lantaran di beberapa daerah sentra cabai terjadi penurunan produksi seperti di Pidie, Lamno (Aceh Jaya), Aceh Besar, Takengon, dan Bireuen.

Hal utama yang memengaruhi turunnya produksi cabai ini tak lain karena hujan hampir saban hari melanda Aceh dalam sepuluh hari terakhir, sehingga petani cabai banyak yang gagal panen. Tatkala stok di pasar berkurang signifikan, maka hukum suplay and demand pun berlaku. Harga jual otomatis jadi tinggi, manakala stok minim, sementara permintaan tinggi.

Sementara itu, harga cabai rawit berada pada kisaran Rp 38.000/kg, sedangkan cabai hijau Rp 28.000/kg. Bawang merah aceh Rp 24.000/kg, tomat medan Rp 6.000/kg dan tomat takengon Rp 5.000/kg.

Di sisi lain, harga jeruk nipis terjadi kenaikan, dari Rp 8.000/kg menjadi Rp 10.000/kg. Harga jahe (halia) juga naik, dari Rp 15.000/kg menjadi Rp 20.000/kg dan Kentang dari Rp 6.000/kg naik menjadi Rp 8.000/kg. (im)

Berita Terkait

Berita Terkini

Google ads