Disbudpar Aceh Siapkan 100 Event Wisata untuk 2019

Pawai budaya dalam rangka Sabang Fair III/http://disbudpar.acehprov.go.id

Provinsi Aceh makin serius mengembangkan pariwisata untuk menarik kunjungan wisatawan. Sepanjang 2019, ada 100 event yang disiapkan, baik bertaraf nasional maupun internasional.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, mengatakan, meski Calender of Event (CoE) 2019 belum diluncurkan, tapi Disbudpar Aceh sudah menyusun sebanyak 74 event di seluruh Aceh. Angka itu akan terus bertambah karena saat ini pemerintah kabupaten/kota diminta juga membuat agenda promosi wisata.

“Yang sudah ada 74 event itu sudah ada yang di kabupaten/kota juga. Kita minta juga kabupaten bikin lagi biar ada 100 event,” kata Jamaluddin kepada wartawan, Kamis (7/2/2019).

Berbagai event wisata yang disiapkan meliputi wisata budaya, alam, dan buatan manusia. Event yang dibikin tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Tanah Rencong seperti Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Singkil, Simeulue dan lainnya.

Untuk Banda Aceh, Sabang dan Aceh Besar difokuskan ke wisata religi, sejarah, kuliner serta bahari. Sedangkan wilayah tengah Aceh di antaranya Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues terdapat beragam wisata alam dan budaya. Di daerah kaki pegunungan Leuser itu terkenal dengan atraksi budayanya seperti Tari Saman.

Sementara untuk wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Simeulue dan Aceh Selatan akan difokuskan kepada wisata bahari. Ketiga daerah ini punya pantai yang indah dan cocok dijadikan tempat surfing dan berbagai event lainnya. Khusus di Pulau Banyak, Aceh Singkil, terdapat 63 gugusan pulau kecil yang siap untuk dikunjungi.

Selain itu, dari puluhan event yang sudah disiapkan, tiga di antaranya masuk dalam kalender nasional seperti Aceh Culinary Festival yang akan digelar di Kota Banda Aceh pada 5-7 Juli, Saman Gayo Alas Festival di Kabupaten Gayo Lues mulai 18 Agustus serta Aceh Internasional Diving Festival di Kota Sabang pada tanggal 6 Oktober 2019.

“Event-event yang kita siapkan ini juga ada yang bertaraf internasional. Selama ini yang banyak dikunjungi wisatawan yaitu beberapa daerah seperti Sabang, Banda Aceh, Pulau Banyak di Aceh Singkil, Aceh Jaya, Langsa, Aceh Besar,” jelas Jamaluddin.

Tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh meningkat 2 persen. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik Aceh, total wisatawan mancanegara yang masuk melalui pintu kedatangan di Provinsi Aceh sepanjang 2018 sebanyak 33.787 orang, mengalami peningkatan sebesar 2,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 dengan jumlah 33.105. detik