Potensi dari Hotel dan Baitul Mal Sangat Besar, Pemko Naikkan Target PAD 2019

Purnama Karya

Pemerintah Kota Banda Aceh memasang target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2019 sebesar 273 Milyar. Angka tersebut meningkat sekitar 7 persen dibandingkan target PAD tahun 2018 sebesar 257 Milyar.

Peningkatan target tersebut dilakukan Pemko Banda Aceh mengingat ada sejumlah potensi baru dari PAD yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh Purnama Karya menyebutkan, ada sejumlah potensi penambahan PAD seperti Biaya Peralihan Atas Tanah dan Bangunan (BPATB), untuk setiap transaksi jual beli sebesar 5 persen.

“Maka tahun 2018 BPATB yang kita target 8 Milyar tapi bisa kita capai 10 Milyar lebih, maka tahun ini targetnya kita naikkan lagi,” ujarnya.

Begitu juga kata Purnama dari segi pajak hotel yang juga berpotensi mengalami kenaikan pendapatan, dikarenakan semakin meningkatnya tingkat hunian kamar hotel seiring meningkatkan kunjungan wisatawan. Selain itu juga melakukan pendataan terhadap potensi pajak baru seperti pajak air bawah tanah.

“Potensinya besar tapi belum tergarap secara keseluruhan, maka potensi yang ada ini akan kita lakukan pendataan kembali seperti pajak air bawah tanah yang sedang disusun perwalnya, seperti hotel banyak yang sumur bor maka kena juga pajaknya, jadi sebenarnya kenaikan ini masih kecil, dan kedepan kalau ada potensi kita tingkatkan lagi,”ujarnya,

Potensi lain juga terdapat pada Baitul Mal Kota Banda Aeh, meskipun pendapatan pada Baitul Mal akan dikembalikan kepada Baitul Mal tersendiri, namun pendapatan dari Baitul Mal juga masuk dalam hitungan PAD.

“Kalau lebih maksimal, maka pendapatan pada Baitul Mal ini masih sangat besar, kalau kita bandingkan dengan jumlah umat Islam di kota Banda Aceh, maka ini perlu optimalisasi karena potensinya sangat besar,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Purnama menyebutkan dari target PAD kota Banda Aceh tahun 2018 sebesar 257 Milyar, terealisasi sebesar 229 Milyar atau 89,23 persen. Terdiri dari realisasi dari unit kerja sebesar 126 milyar atau 97 persen dan realisasi dari BLUD sebesar 103 Milyar atau 80,80 persen.

Sementara itu terkait dengan belum maksimalnya pedapatan dari BLUD, kata Purnama dikarenakan masih belum dibayarnya klaim BPJS pada rumah sakit umum Meuraksa selama tiga bulan terkahir tahun 2018.

“Karena belum kita terima maka belum bisa kita hitung, tapi nanti kalau piutang itu nanti sudah dibayar, maka BLUD rumah sakit meuraksa capaian melebihi target juga,”ujarnya.