Pertumbuhan Ekonomi 2019 Diperkirakan Lebih Baik dan Kemiskinan Akan Turun

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Z. Arifin Lubis, berbincang dengan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Alhaytar/BI

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Z. Arifin Lubis menyebutkan pertumbuhan ekonomi Aceh tahun 2018 menunjukkan pertumbuhan yang positif atau tumbuh sebesar 4,03 persen.

Hal itu disampaikan Arifin di sela-sela peluncuran Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang berlangsung di halaman Kantor Perum Bulog Divre Aceh, Kamis (03/01).

Arifin menyebutkan pertumbuhan ekonomi Aceh tahun 2018 sudah lebih baik dari tahun sebelumnya, karena disamping tumbuh positif 4, 03 persen, keadaan inflasi Aceh juga dapat ditekan.

Menurut Arifin, keadaan inflasi Aceh tahun 2018 sekitar 2 persen merupakan terendah dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan kata dia dalam 3 tahun terakhir inflasi Aceh diatas 4 persen lebih dan termasuk tertinggi di Indonesia.

“Kalau sebelumnya tahun 2017 pertumbuhan ekonomi hanya 4, 19 persen sementara inflasinya 4, 25 persen, artinya negatif. Nah 2018 perkiraan Bank Indonesia itu akan positif, karena pertumbuhan ekonomi diatas 4 persen tetapi keadaan inflasi hanya 2 persen lebih, dan ini belum pernah ada inflasi Aceh di angka 2 persenan, ini lebih rendah dari angka nasional,” ujarnya.

Arifin menyebutkan, rendahnya angka inflasi Aceh menyangkut langsung dengan daya beli di masyarakat. Menurutnya jika inflasi rendah masyarakat mampu membeli barang dengan harga yang relatif stabil.

“Dan ini indikasi juga adanya kerjasama yang baik, tim pengendalian inflasi Aceh telah bekerja dengan baik, semua instansi terkait telah berkonstribusi dalam pengendalian inflasi di provinsi Aceh,” ujarnya.

Sementara itu terkait dengan pengesahan APBA 2019 tepat waktu, Arifin mengaku pihaknya juga sudah melakukan proyeksi, dan diperkirakan keadaan perekonomian Aceh di tahun 2019 akan lebih baik dari 2018.

Indikasinya kata dia pengesahan APBA yang tepat waktu, yang menjadi kabar gembira bagi masyarakat Aceh. Namun tantangannya kata Arifin adalah bagaimana dengan realisasi yang mampu dilakukan oleh stakeholder terkait secara tepat sasaran dan efektif.

“Pertumbuhan ekonomi yang tumbuh positif juga akan berdampak pada menurunnya angka kemiskinan di provinsi Aceh. Saya optimis pada 2019 angka kemiskinan di Aceh akan turun,” pungkasnya.