Bus Tim Persiraja Dilempari Suporter Usai Tanding Lawan Cilegon United

Bus pemain Persiraja diserang/Ist

Persiraja Banda Aceh mendapatkan penyerangan usai bertanding melawan Cilegon United. Bus tim dilempari sejumlah suporter hingga membuat kaca pecah.

Persijara bertandang ke Cilegon United di Stadion Krakatau Steel, Rabu (3/10/2018) dalam lanjutan Liga 2. Dalam pertandingan ini, Cilegon menang telak 4-0 berkat gol-gol dari Hari Habrian, Ivan Havillah, dan Ervin Riyanto (2 gol).

Pertandingan sendiri berjalan aman dan adem, tanpa insiden-insiden. Namun yang mengejutkan justru ada aksi pelemparan ke bus tim Persiraja saat dalam perjalanan pulang.

Meski di bawah pengawalan polisi, bus tim Persiraja tiba-tiba didatangi sejumlah suporter. Suporter ini lantas melakukan pelemparan yang membuat satu kaca bus pecah. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

“Kita tidak tahu kenapa bus kita diserang. Karena sepanjang pertandingan kita tidak masalah dengan suporter atau penonton Cilegon United,” kata Sekretaris Umum (Sekum) Persiraja, Rahmat Djailani dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (3/10) malam.

“Kita tidak tahu apa sebabnya. Kaca bus sebelah kanan sampai pecah, beruntung semua pemain dan ofisial tidak terkena batu dan pecahan kaca. Kita sangat menyayangkan penyerangan ini,” jelasnya.

Dalam permainan hampir tidak ada insiden berarti. Hanya saja pertandingan sempat dihentikan sekitar lima menit karena para pemain Persiraja sempat memprotes kartu merah Andika Kurniawan.

“Karena kami memprotes wasit yang langsung memberikan kartu merah kepada Andika Kurniawan, padahal Andika sebelumnya tidak mendapatkan kartu kuning,” jelas Rahmat.

Persiraja sangat menyayangkan kejadian pelemparan ini. Sebab di pertemuan sebelumnya yang berlangsung di Aceh, segala sesuatunya berjalan lancar dan skuat Cilegon bisa berangkat dan pulang dengan aman.

Akibat penyerangan ini, Persiraja akan melayangkan protes serius dengan melakukan pengaduan resmi kepada PT. LIB serta PSSI.

“Padahal tim Cilegon United sewaktu bertamu ke Aceh juga kita perlakukan dengan baik. Tidak ada penyerangan, tidak ada kekerasan. Jadi kita sangat menyayangkan atas kejadian ini. Kita akan buat protes dan pengaduan resmi ke PT. LIB dan PSSI,” pungkas Rahmad. Detik