Kembangkan Pariwisata, Kementrian Pariwisata Dukung Peningkatan Kapasitas Bandara di Kawasan Gayo Alas

Pembukaan GAMI Festival 2018/Ist

Berbicara pengembangan sektor pariwisata maka tidak terlepas dari akses atau konektivitas udara, karena lebih dari 75 persen turis yang datang ke sebuah destinasi akan menggunakan fasilitas udara, sehingga sangat sulit meningkatkan pariwisata di suatu daerah apabila konektivitas udaranya tidak tersedia dengan baik.

Demikian disampaikan Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Destinasi Regional II Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI Reza Fahlevi pada Pembukaan Gayo Alas Mountain International Festival 2018, Jumat (14/09/2018) malam.

“Oleh karena itu kita mengharapkan peningkatan kapasitas bandara di dataran tinggi Gayo Alas seperti Rembele, Gayo Lues dan Aceh Tenggara menjadi prioritas kita semua,” tambah Reza lagi.

Selanjutnya kata Reza Kawasan dataran tinggi Gayo Alas juga menyimpan sejumlah potensi yang sudah mendunia, seperti Kopi Arabika, Tari Saman dan Gunung Leuser.

Keberadaan sejumlah potensi tersebut tentunya menjadi tantangan bagi pemerintah, sehingga potensi tersebut menjadi kekuatan bagi dataran tinggi Gayo Alas ini untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakatnya serta memberikan manfaat ekonominya.

“Yang kita lakukan pada malam ini bukan hanya sekedar even, tapi menjadi momentum meningkatkan pembangunan di dataran tinggi Gayo Alas,” ujar Reza.

Selain Kopi, Saman dan Leuser, pihaknya kata Reza juga ingin mengusulkan satu hal lagi, karena Gayo Alas mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai kawasan geopark dikarenakan mempunyai warisan geologis yang begitu besar, yang nantinya dapat kita kembangkan untuk kepentingan edukasi dan Pariwisata.

Kementrian Pariwisata diakui Reza memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas upaya yang dilakukan pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara, atas penyelenggaraan even GAMI Festival 2018 ini.

“ Dan kami menyampaikan pemerintah Aceh yang menjadikan pariwisata sebagai sektor prioritas dalam pembangunan Aceh, dan pariwisata membutuhkan komitmen, pariwisata tidak dapat berdiri sendiri, pariwisata keberhasilannya sangat ditentukan oleh komitmen kepala daerah,” lanjut Reza.

Kemudian lanjut Reza, penyelenggaraan even-even internasional seperti kegiatan GAMI Festival, juga strategis untuk meningkatkan promosi, memperkenalkan daerah dataran Tinggi Gayo Alas, karena setidaknya ada tiga nilai yang diperoleh dalam setiap even yaitu culture value, comersial value dan media value.

“Kalau pada malam ini kita fokuskan kepada culture value, karena untuk meningkatkan Sesuatu yang sudah menjadi tradisi, dan kedepan bagaimana even ini dapat memberikan dampak ekonomi, dampak promosi dan kita sangat mendukung apabila dataran tinggi Gayo Alas ini menyelenggarakan even internasional setiap tahunnnya,” pungkas Mantan Kepala Dinas Pariwisata Aceh ini.