BkkbN Aceh Dekatkan Akses Pelayanan Bina Keluarga Lansia

Temu Kelanjutusiaan/Ist

Kepala Perwakilan BkkbN Aceh, Sahidal Kastri, menyebutkan jumlah penduduk Lanjut Usia (Lansia) di Indonesia akan semakin meningkat. Untuk itu dia berharap pemerintah daerah agar menjadikan Aceh sebagai daerah yang ramah terhadap Lansia.

“BkkbN di dalam Program Pembangunan Keluarga ada subtansi program bagi keluarga yang memiliki Lansia yaitu, Bina Keluarga Lansia atau BKL. Kita berharap pemerintah daerah dan masyarakat mendukung dan mensukseskan program ini, agar Lansia di Aceh tangguh, sejahtera, mandiri, dan bermartat,” kata Sahidal.

Sebelumnya kata dia, temu Kelanjutusiaan Tahun 2018 dengan mengangkat tema “Melalui Keluarga Mari Wujudkan Lansia Tangguh Yang Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat” yang digelar di Banda Aceh pada 20 Agustus 2018.

Sahidal menjelaskan, dokumentasi Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035 (data Bappenas, BPS, dan UNFPA) yang diluncurkan Presiden RI pada 29 Januari 2014 lalu, kata Sahidal menyebutkan, bahwa jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas sebesar 18,2 juta jiwa. Diprediksi 2030 jumlah Lansia sudah melebihi dua kali lipat yaitu sekitar 40,1 juta jiwa. Pada masa itu proprosi Lansia di Indonesia sudah mencapai 10% dari total populasi di Indonesia.

Sejalan dengan itu, lanjut Sahidal, jumlah penduduk yang memasuki Lansia mencapai angka 16,13 % dan disusul dengan jumlah Lansia yang mencapai 8,43% dari total jumlah penduduk Indonesia (sumber BPS).

“Jumlah penduduk Lansia yang meningkat dapat memberi dampak positif dan negatif. Positif, apabila Lansia berada dalam keadaan sehat, aktif, dan produktif. Negatif, sebaliknya, Lansia akan menjadi beban apabila mengalami berbagai masalah kesehatan, ekonomi, sosial, dan lingkungan,” jelasnya

Sementara itu secara terpisah, Deputi KS-PK (Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga) BkkbN, Dr. dr. M. Yani, M.Kes, PKK didampingi Direktur Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan, Dra. Widati, MM mengatakan, persoalannya dengan penduduk usia lanjut, pada Lansia disamping jasa-jasa nya kepada keluarga, 40 % dalam kondisi cukup sehat dan sisanya Lansia, memilki tamgunggan penyakit, minimal bawa satu penyakit.

Sebut Yani, terkait penyakit sendi atau rematik. Radang pada kulit, Darah Manis (DM), jantung, dan jenis penyakit lainnya. Biar saat Lansia tetap sehat, Yani menyarankan agar sejak usia muda menjalani pola hidup sehat. Menjaga pola makan yang sehat, tidak merokok, dan berolahraga.

“Sosok manusia produktif di usia itu berada dalam kondisi yang sehat. Aceh harus menjadi contoh daerah yang ramah terhadap Lansia. BkkbN dalam hal ini tidak bisa bekerja sendiri, selain dukungan mitra kerja, juga dari pemerintah daerah dan masyarakatnya. Sebab Bina Keluarga Lansia, yang kita kuatkan adalah keluarga yang memiliki Lansia. Para keluarga inilah yang dibina, selain para Lansianya,” pungkasnya.